Publik di twitter sejak Minggu (4/9) malam geger dengan kabar tertembaknya Aisha. Ramai-ramai mereka meretweet kabar tertembaknya Aisha itu. Belakangan Aisha malah mengaku tidak pergi ke Somalia setelah aneka kejanggalan terkukak. Publik di twitter kembali bereaksi, mempertanyakan dan menuding Aisha menyebarkan kabar bohong.
Nah, berkaca pada kasus itu, pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menilai, bisa saja kasus Aisha ini masuk ranah pidana. Apalagi publik merasa ditipu dengan kabar penembakan di Somalia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gatot menjelaskan, pidana bisa dilakukan seandainya ada yang menjadi korban. "Jadi ada yang mengadukan ke polisi. Selama tidak ada yang mengadu, polisi akan menunggu," terangnya.
Gatot menilai, kasus Aisha yang membuat heboh ini harus menjadi pelajaran bagi pihak-pihak tertentu. Jangan bermain-main dengan hoax atau kabar bohong di ranah media sosial.
"Sikap Kominfo, kalau ada yang merasa dirugikan silakan melapor. Kami tidak pernah membatasi publik untuk ngetweet, tapi jangan main-main," ujarnya.
@harintovardhan 'milik' Harinto Wardhana memegang peran penting dalam drama yang dicurigai fiktif ini. Sebab akun itu adalah yang pertama kali mengabarkan penculikan, penembakan maupun kabar selamat Aisha. Bustanul 'Bokir' Arifin, yang memiliki hubungan asmara dengan Aisha, juga menyebut @harintovardhan sebagai informan pertamanya.
"Kabar terkait hilangnya Aisha Wardhana di Somalia pertama kali dimunculkan oleh pemilik akun twitter @harintovardhana di timeline-nya pada tanggal 2 September 2011," ungkap Bokir dalam klarifikasi terbarunya pada Rabu (8/9/2011) malam.
"Selanjutnya akun @harintovardhana membuat beberapa statement dengan hashtag #SeptemberHope hingga tanggal 3 September 2011," sambung Bokir yang mengaku menjadi korban kebohongan Aisha dan mendesak Aisha muncul dan bicara ke publik.
Selama ini akun yang di profilnya terdapat foto seorang pria tampan berkulit cerah itu aktif menyangkal tudingan bahwa kepergian Aisha ke Somalia hanya bualan saja. Namun secara mengejutkan, akun itu tak lagi ada saat dijenguk Kamis (9/9/2011). "Sorry, that page doesn’t exist!" begitu yang tertulis. Tidak diketahui apakah akun itu dihapus atau ganti ID.
Selain akun itu, Aisha juga dalam beberapa tweetnya sebelum dia protect mengaku-ngaku berada di Nairobi dan kawasan Afrika dalam misi kemanusiaan. Tweet dia itu banyak ditafsirkan bahwa Aisha benar-benar berada di Afrika dan hal ini mendukung pernyataan @harintovardhan.
(ndr/nrl)










































