"Seharusnya polisi periksa dia itu, karena sudah menyusahkan banyak orang," kata Direktur IMI Y Paonganan kepada detikcom, Kamis (8/9/2011).
IMI merasa telah dibohongi Aisha yang selama ini aktif dalam diskusi dan kegiatan IMI yang bertema kelautan. Rupanya keikutsertaan Aisha dalam kegiatan IMI dilatari dengan kebohongan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para anggota IMI yang menjalin komunikasi dengan Aisha sudah curiga soal kepergian dia ke Somalia. Pengakuan soal posisi Aisha di Qatar, telepon dengan nomor lokal Jakarta, semua tidak masuk akal.
"Blackberry Messenger saat dia mengaku di Qatar dan kemarin dia telepon dengan nomor lokal Jakarta, tidak masuk akal. Penerbangan Qatar-Jakarta kan sekian jam," jelas dia.
Oleh karena itu, undangan agar bertemu Aisha di Karawang pun tidak digubris IMI. Paonganan meminta Aisha menjelaskan kepada publik kebohongannya.
"Saya minta dia segera konferensi pers untuk menjelaskan yang sebenarnya," kata Paonganan.
Semalam, Rabu (7/9), tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendatangi Aisha di Karawang. Dalam pertemuan di sebuah restoran, Aisha masih menjual kisahnya dengan tutur yang memukau. Namun ACT tidak percaya, karena Aisha tidak bisa memberikan bukti kepergiannya ke Somalia. Aisha akhirnya membuat pengakuan bahwa dirinya tidak pergi ke Somalia dan tidak pergi ke mana-mana dengan alasan yang tidak bisa dijelaskan. Aisha tidak mau jadi kontroversi.
(fay/nrl)











































