Status Gunung Egon Tetap 'Waspada'
Senin, 05 Jul 2004 13:23 WIB
Bandung - Kendati belum ada perkembangan baru dalam aktivitas Gunung Egon di Maumere, Kabupaten Sika, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) tetap mempertahankan status "Waspada" di gunung itu. Bahkan sejumlah peralatan pemantau akan didatangkan untuk mewaspadai kemungkinan peningkatan aktivitasnya.Menurut Direktur DVMBG Ir Yousana P Siagian dan Kepala Seksi Pengamatan Gunung Api Wilayah Timur Ir Samsul Rizal kepada detikcom dan The Jakarta Post di Bandung, Senin (5/7/2004) siang, pihaknya akan "mencabut" peralatan pemantau yang ada di Gunung Batur di Bali untuk dikirimkan ke Maumere. "Mudah-mudahan, dalam 1-2 hari ini sudah bisa dilakukan," tutur mereka.Samsul Rizal lebih jauh menuturkan bahwa pihaknya memang mengkhawatirkan terjadinya letusan besar. Pasalnya, aktivitas di gunung itu tergolong singkat dan baru saja terjadi. "Letusan serupa terjadi tanggal 26 Januari 2004 lalu. Dalam waktu singkat, sudah terjadi lagi. Secara teori, kemungkinan ada gangguan di kantong magma di bawahnya yang bisa memancing letusan besar. Mudah-mudahan tidak terjadi, tetapi kami mewaspadai dan mengkhawatirkan kemungkinan ini," tuturnya.Karena itu, untuk lebih memastikan kondisi Gunung Egon ini pihaknya memutuskan untuk memindahkan 3 unit perangkat pemantau yang ada di Gunung Batur Bali ke sana. "Kami memiliki keterbatasan peralatan. Tentunya dengan berbagai pertimbangan, termasuk tidak mengganggu kegiatan pemantauan di Gunung Batur sendiri, maka beberapa alat dari situ dikirimkan ke Egon dulu" katanya.Untuk saat ini, pemantauan di Gunung Egon masih mengandalkan satu perangkat seismograf yang menurut Samsul juga tergolong agak kuno. "Tapi sebetulnya tidak menjadi masalah. Tetap bisa berfungsi dengan baik. Hanya saja, diperlukan alat tambahan dan metode pengamatan lain agar hasil analisisnya lebih akurat," tuturnya lagi.Sementara dalam status "Waspada" level tiga ini, menurut Samsul masih belum perlu dilakukan upaya evakuasi atau pengungsian warga di sekitarnya. "Pihak Pemda sudah dan selalu berkoordinasi dengan kami. Untuk sementara ini, pengungsian masih belum perlu dilakukan," katanya.Seperti diketahui, gunung api setinggi 1.701 meter ini hari Sabtu (3/7/2004) telah menyemburkan abu setinggi 500 meter pada pukul 18.00 WITA.
(asy/)











































