Ruang Bercinta di Lapas Manusiawi, Tapi Jangan Jadi Ladang Korupsi Baru

Ruang Bercinta di Lapas Manusiawi, Tapi Jangan Jadi Ladang Korupsi Baru

- detikNews
Rabu, 07 Sep 2011 19:23 WIB
Ruang Bercinta di Lapas Manusiawi, Tapi Jangan Jadi Ladang Korupsi Baru
Jakarta - Kabar adanya ruang bercinta bagi suami istri atau family room di Lapas disambut positif Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Namun tentu dengan catatan khusus, jangan sampai ruang itu menjadi bisnis baru di Lapas.

"Saya kira manusiawi ya penyediaan family room itu. Di negara-negara lain juga demikian. Hanya saja yang harus dicegah dari penggunaan family room adalah jangan dijadikan komoditas diperdagangkan sehigga terjadi modus korupsi baru," kata anggota Satgas, Mas Achmad Santosa saat dihubungi detikcom, Rabu (7/9/2011).

Pria yang akrab disapa Ota ini juga mengimbau, jangan sampai terjadi pelanggaran terhadap hak privasi seseorang dalam hal ini narapidana terkait family room ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misalnya ada pemasangan kamera atau menjadi tontonan napi lainnya. Jadi betul-betul sebagai perlakuan manusiawi dalam sistem pemasyarakatan dan mencegah perilaku menyimpang seks seperti yang kita baca dari laporan buku seorang wartawan Tempo, Ahmad taufik," terang Ota.

Ota mengingatkan yang utama dalam pengadaan family room ini, menteri, sekjen, dirjen dan kakanwil mengingatkan kepada pelaksana atau sipir jangan sampai family room menjadi bisnis.

"Melarang fasilitas diperjualbelikan," terangnya.

Keberadaan family room ini ramai dikaitkan dengan kabar istri Gayus Tambunan, Milana Anggraeni yang akan melahirkan anak kembar. Informasi menyebutkan, Milana dan Gayus kerap menggunakan family room di Lapas Cipinang. Pengacara Gayus, Hotma Sitompoel mengaku tidak tahu soal kehamilan Milana. Sementara pihak Ditjen Pemasyarakatan membantah adanya family room.

(ndr/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini