"Iya akan kita telusuri," ujar anggota Komite Etik Syafii Maarif di Gedung KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta, Rabu (7/9/2011).
Sejauh ini Komite Etik belum bisa mengetahui siapa CDR yang disebut Yulianis itu. Hari ini, komite tidak melakukan pemeriksaan pada siapapun.
"Hari ini kita masih diskusikan apa-apa saja yang terakhir kita dapat," jelasnya.
Sementara itu anggota komite lainnya Said Zainal Abidin mengatakan, Yulianis tidak tahu secara detil siapa CDR itu. Said juga tidak yakin bahwa CDR yang dimaksud adalah Chandra M Hamzah.
"Yulianis hanya mengungkapkan inisial, Nazaruddin suruh bungkus uang tapi ndak ada berita lagi apakah dikasih atau tidak uang itu ke CDR," paparnya.
Kalau menurut Yulianis berapa besaran uang yang diberikan ke CDR?
"Lupa saya, tapi kecil nilainya," ungkapnya.
Sebelumnya saat diperiksa Komite Etik Yulianis mengatakan Nazaruddin pernah menyetor uang kepada orang berinisial CDR yang mengaku pejabat KPK. Menurut dia, inisial nama itu ada dalam catatan pengeluaran keuangan perusahaan Nazar. Namun, ia mengaku tak tahu identitas pasti inisial nama tersebut.
(mpr/rdf)











































