Hujan es ini dirasakan warga Kelurahan Sari Rejo dan Kelurahan Karang Sari di Kecamatan Medan Polonia.
Menurut salah seorang warga, Nafisyah, hujan es berlangsung singkat, hanya sekitar lima menit. Butiran es sebesar kelereng menghantam atap rumah warga hingga menimbulkan suara gaduh. Kemudian disusul hujan deras.
"Awalnya mendung, kemudian angin kencang. Tiba-tiba atap rumah terdengar seperti dilempar batu kerikil. Saat dilihat keluar rumah, ternyata ada butiran es," kata Nafisyah, warga Sari Rejo.
Akibat peristiwa ini, sebagian warga mematikan aliran listrik di rumah karena khawatir terjadi hubungan arus pendek listrik yang dapat menyebabkan kebakaran. Sementara beberapa warga lainnya bermain dengan butiran es dengan gembira, sebab tidak pernah mengalami langsung hujan es itu sebelumnya.
Menurut Kepala Bidang Data dan Informasi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 di Medan, Hendra Suwarta Suprihatin, hujan es merupakan gejala alam yang biasa. Suhu yang sangat dingin di atas, membuat uap air kemudian berubah menjadi es.
"Kondisi ini merupakan hal biasa, tidak perlu dikhawatirkan, apalagi dianggap sebagai tanda-tanda gejala alam yang lain. Biasa saja," kata Hendra.
(rul/nwk)











































