"Masih kita BAP," ujar Kapolsek Tanjung Duren Kompol Arif Budiman kepada detikcom, Rabu (7/9/2011).
Aksi penganiayaan dan pengrusakan mobil Febri, kata Arif dipicu karena salah paham di jalan raya. Pelaku yang terbakar emosi merasa dihalang-halangi mobilnya, kemudian mereka turun menghujani bogem mentah ke wajah Febri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat kejadian Febri bersama seorang rekannya Robert. Karena kalah jumlah keduanya tidak bisa berbuat banyak. Febri mengalami luka memar di pelipis mata kanannya. Sedangkan pelaku langsung melarikan diri.
"Korban dianiaya dengan tangan kosong," imbuhnya.
Salah seorang pelaku sempat mengaku-ngaku sebagai anak jenderal, namun saat ditanyakan Arif mengaku masih belum mengetahui mengenai informasi tersebut. "Kalau itu (anak jenderal) belum tahu," tandasnya.
Seperti diketahui, Febri dianiaya oleh pelaku di Jl Tanjung Duren, Jakarta Barat, Selasa (6/9) sore kemarin. Saat itu, Febri menggunakan mobil Honda Civic, sementara di depannya ada mobil Toyota milik Robert, temannya.
Dari arah gang yang berseberangan dengan 7Eleven, muncul pelaku menggunakan mobil Suzuki Escudo BM 66. Pelaku mengklaksoni mobil Febri, memintanya untuk memberi jalan. Saat itu, kondisi mobil Febri menghalangi gang.
Pelaku sempat membuntuti mobil Febri. Febri menepikan mobil di sebuah rumah makan Padang. Belum saja Febri keluar dari mobil, pelaku langsung menghardiknya. Pelaku kemudian menganiaya Febri.
(did/ndr)










































