Tinta Mudah Hilang, Panwas Imbau Petugas TPS Awasi Pemilih
Senin, 05 Jul 2004 11:17 WIB
Jakarta -
Anggota Panwaslu Pusat, Didik Supriyanto, mengimbau petugas-petugas TPS (KPPS) untuk mengawasi ekstra pemilih yang mencoblos di TPS-nya. Pengawasan ketat ini diperlukan mengingat tinta sebagai tanda telah mencoblos mudah luntur."Petugas TPS harus mengamati orang-orang yang mencoblos di daerahnya, utamanya jika ada orang asing yang datang mencoblos di situ," kata Didik yang tengah berada di Semarang, pada detikcom, per telepon, Senin (5/7/2004).Didik mengaku sejak pukul 06.00 WIB telah menerima laporan dari Panwaslu utamanya dari Indonesia bagian timur dan tengah bahwa tinta yang digunakan begitu kena air langsung hilang.Hal ini, menurut Didik, sangat berbahaya, dikhawatirkan pemilih bisa mencoblos dua kali. "Benteng terakhir orang tidak nyoblos dobel adalah tinta. Yang pertama adalah kartu pemilih dan daftar pemilih tetap. Tapi selama ini kan bukan rahasia lagi bahwa dua hal itu kedodoran. Jadi benteng terakhirnya adalah tinta. Kalau tinta jebol, ya susah," urai Didik.Untuk Indonesia Timur dan Tengah, waktu coblosan memang telah berlalu. "Masih ada waktu 1 jam bagi yang di Indonesia bagian Barat, ya semoga bisa dicari cara untuk menghindari adanya kecurangan," ungkap Didik yang tinta di jarinya sudah luntur tanpa dicelupkan ke air itu.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































