Ketua Paguyuban narapidana dan mantan narapidana Rahadi Ramelan menuturkan, para napi kerap melanggar aturan demi memuaskan hasrat biologis mereka. Salah satunya dengan memanipulasi izin berobat ke dokter.
"Izin ke dokter, padahal tidak perlu ke dokter, tapi ketemu istri. Izin-izin juga banyak nggak benar, banyak yang diloloskan," kata Rahadi saat berbincang dengan detikcom, Selasa (7/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah tua, jadi saya nggak pernah memaksakan. Tapi saya tahu yang muda-muda ada yang memanfaatkan," tutur pria yang pernah mendekam 2 tahun di LP Cipinang gara-gara kasus Bulog ini.
Karena itu, Rahadi meminta agar aturan ruangan khusus bercinta segera direalisasikan. Namun tentunya, dengan pengawasan yang ketat agar tidak terjadi praktik prostitusi.
"Kalau kita nggak menyediakan ruang khusus akan terjadi pelanggaran. Masalahnya kan cuma satu, kalau disediakan ruang khusus apa betul itu istrinya. Jangan sampai dipakai prostitusi," tegasnya.
"Jadi sekarang saya sangat setuju, nggak mungkin bisa dihindari," sambungnya.
Sumber detikcom yang tahu celah rutan Cipinang sebelumnya membocorkan, ada family room di Cipinang yang bisa digunakan berhubungan intim pasutri. Tarifnya, Rp 600 ribu/jam. Namun jubir Ditjen PAS menyangkal ada ruangan seperti itu.
(mad/asy)











































