30 Mahasiswa Bali Demo Menentang Orba & Militerisme
Senin, 05 Jul 2004 11:03 WIB
Denpasar - Di saat sebagian warga sudah mencoblos, 30 mahasiswa di Bali menggelar demo menentang Orde Baru dan militerisme. Apa tidak telat?Aksi mahasiswa yang menamakan diri Front Demokrasi Perjuangan Rakyat (Fontier) berlangsung di depan kampus Universitas Udayana jalan Sudirman Denpasar pukul 09.15-09.45 WITA, Senin (5/7/2004).Demo mahasiswa tidak mendapat perhatian dari masyarakat. Hanya segelintir warga yang melintas. Namun mereka tetap terlihat semangat berorasi sambil bernyanyi menyuarakan aspirasinya."Aksi ini tidak bermaksud untuk mengganggu suasana Pilpres. Kita optimis aksi ini masih efektif meski dilaksanakan saat warga sudah dan sedang mencoblos," kata Anton selaku Humas aksi."Dari kemarin-kemarin sampai saat ini, kita tetap fokus untuk menyerukan kepada masyarakat agar waspada terhadap kekuataan Orde Baru dan bangkitnya militerisme," ujarnya.Uniknya, kebanyakan mahasiswa yang berdemo tidak mencoblos. Ini terlihat dari jari jemari mereka yang tidak ternoda cap tinta Pilpres.Namun Anton menampik adanya aksi Golput. "Kita tetap anti Golput. Kita nggak ada persoalan dengan Golput atau anti-Golput. Kita hanya khawatir dengan bangkitanya Orde Baru dan militerisme," tukasnya.Hal senada disampaikan aktivis Frontier Gendo. "Ada sebagian teman yang nyoblos, ada juga yang nggak, karena memang nggak punya kartu pemilih, ngurusnya sulit. Jadi bukannya Golput," jelasnya.Sedangkan aktivis lainnya mengimbuhkan. "Kapan nyoblosnya, dari pagi saya ada di sini ngumpulin teman-teman. Jadi nggak sempat nyoblos," ujarnya.Meski sudah merelakan waktunya tidak mencoblos, aksi Frontier tidak mendapat perhatian warga. Apalagi kampus tampak sepi karena hari ini memang hari libur. Aparat kepolisian pun tidak tampak untuk menjaga aksi mereka.
(sss/)











































