"Kami hanya menggelar aksi damai dan berdoa bersama di depan Istana," kata Tri Supriyatin dari Kontras, setelah diusir dari depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (7/9/2011).
Tak lama kemudian ada beberapa demonstran yang maju ke sekitar bahu jalan. Melihat ada gerakan itu, aparat keamanan Istana yang ada di dalam pagar Istana langsung menyiapkan senjata. Para petugas yang berpakaian hijau-hijau maju mendekati pagar.
"Reaksi keamanan Istana sangat cepat, mereka menyiapkan senjata," kata Tri.
Sementara itu di luar pagar Istana, terdapat polisi berseragam coklat. Mereka langsung mendorong demonstran menjauh dari bahu jalan. Kericuhan terjadi. Akibatnya beberapa demonstran mengalami luka-luka di bagian tangan, termasuk aktivis Usman Hamid.
Hingga kini para demonstran masih berkumpul di depan Istana. Mereka terus berorasi, beberapa orang terlihat membawa bendera bergambar Munir. Polisi terus mengawal para demonstran yang mendesak SBY menuntaskan kasus Munir.
Hingga kini pembunuh Munir masih gelap. Jaksa Agung Basrief Arief di kantornya menyatakan, kasus Munir telah tuntas.
(nal/nrl)











































