31 Terpidana Bom Bali Golput

Dari 33

31 Terpidana Bom Bali Golput

- detikNews
Senin, 05 Jul 2004 10:22 WIB
Denpasar - Sebanyak 31 dari 33 terpidana bom Bali memilih golput. Dua terpidana yang nyoblos adalah Yunus dan Muhajir dari kelompok Kaltim."Mereka tidak memilih, itu hak pribadi," kata Kalapas Tulus Widjajanto di LP Kerobokan, Kuta, Bali, Senin (5/7/2004). "Mereka mengatakan, punya hak untuk tidak memilih. Ya sudah, kita tidak bisa memaksakan," ungkap Tulus.Menurut Tulus, dari 33 terpidana bom Bali, yang terdaftar sebagai pemilih 30 orang. Sedangkan 3 nama tidak terdaftar yaitu Imam Samuderam Amrozi dan Muklas. Sedangkan dari 30 yang terdaftar itu, hanya 2 yang memilih. Sedang 3 di antaranya yaitu Ali Imron, Utomo Pamungkas dan Achmad Roichan, tidak memilih karena sedang menjalani pemeriksaan di Mabes Polri. Sisanya tidak memilih karena memang sengaja tidak menggunakan hak pilihnya.Pada Senin pagi, saat TPS dibuka, 27 narapidana selain 3 orang yang berada di Jakarta, menolak datang ke TPS di LP. Pada 09.45 Wita, mereka dipanggil petugas untuk segera datang ke TPS. Tapi mereka lebih suka "rapat intern" di salah satu blok di LP.Setelah dipanggil berulang-ulang, rombongan itu bersedia menuju TPS. Tapi beberapa di antara mencak-mencak minta agar tidak diekspose oleh wartawan. Salah satu napi, Sirojur Munir, menyatakan alasan tidak mencoblos. "Dulu pada waktu pemilu legislatif, kita tidak dikasih hak memilih. Sekarang kok dikasih? Ada apa ini?" tanyanya.Sementara, Imam Samudera yang tidak terdaftar sebagai pemilih, masih curi-curi3 perhatian wartawan dengan menyembulkan kepala dan melambaikan tangan dari ruang tahanannya.Mengapa tidak mencoblos? tanya wartawan. "Demokrasi itu haram!" jawabnya. "Siapa pun pemimpinnya, negara ini tidak akan beres kecuali diganti dengan hukum Islam only," sambungnya.Di LP Kerobokan, dari 596 penghuni yang terdaftar sebagai pemilih sebanyak 448 orang. Mereka tersebar di 2 TPS yaitu TPS 29 sebanyak 153 dan TPS 30 sebanyak 295 pemilih. (nrl/)


Berita Terkait