1.526 Napi Nyoblos di LP Salemba
Senin, 05 Jul 2004 09:54 WIB
Jakarta - Semua warga negara tak kecuali nara pidana (napi) menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Presiden yang digelar untuk pertama kalinya Senin (5/7/2004) ini. Di rutan Salemba misalnya tercatat 1.526 napi sebagai pemilih tetap. Rutan menyediakan 9 tempat pemungutan suara (TPS) di lingkungan tahanan tersebut. TPS sendiri baru buka sekitar pukul 07.30 WIB. "Kalau petugasnya sudah siap dari jam 06.00 tapi karena ada serah terima penjagaan malam ke penjagaan pagi . Jadi tahanan harus dihitung satu-satu. Makanya setelah itu selesai mereka baru bisa memilih," kata Kepala rutan Salemba Kusnin kepada waratwan di rutan Salemba. Kusni menjelaskan, di rutan ini ada 2.863 tahanan. Tapi yang menjadi pemilih tetap hanya 1526 tahanan. Mereka yang belum terdaftar sebagai pemilih tetap biasanya karena baru masuk rutan atau belum terdaftar. Kusnin mengaku sosialisasi pemilu di dalam LP cukup memadai untuk memberi bekal bagi napi memilih capres yang diinginkannya. "Rata-rata cukuplah karena di sini ada tv. Jadi mereka juga bisa lihat." Salah seorang napi, Umar Hamzah (26) yang ditangkap karena kasus pencurian mengaku akan memilih Hamzah Haz. Menurutnya Ketua Umum PPP itu akan mampu menciptakan lapangan seperti yang diinginkannya. "Saya sih berharap cari kerja nanti lebih gampang. Tidak ada krismon dan ekonominya lebih baik," katanya.
(iy/)











































