SBY Kaget Petasan dan Kembang Api Bisa Masuk GBK

SBY Kaget Petasan dan Kembang Api Bisa Masuk GBK

- detikNews
Rabu, 07 Sep 2011 13:59 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kaget dengan banyaknya aksi menyalakan petasan saat berlangsungnya pertandingan sepakbola antara kesebelasan Indonesia melawan Bahrain. Karena kesal, akhirnya Presiden dan rombongan pun keluar dari lapangan Gelora Bung Karno saat pertandingan masih berlangsung dengan kemenangan sementara 2-0 untuk Bahrain.

"Ini sangat mengejutkan. Terus terang ya, memang Presiden agak kaget mengapa hal seperti itu bisa terjadi dan bisa lolos di suatu pertandingan yang klasifikasi atau even internasional," kata Juru Bicara Presiden Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (7/9/2011).

"Presiden memang kemarin menyaksikan pertandingan antara Timnas Indonesia dengan Timnas Bahrain. Pada babak kedua, kita tahu, kita menyaksikan sendiri ada satu peristiwa yang tidak lazim terjadi di Stadion Gelora Bung Karno dimana muncul petasan kemudian disertai bunyi. Dan itu terjadi di beberapa titik di stadion Gelora semalam," tambah Julian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh sebab itu, menurut Julian, tentu menjadi pertanyaan kepada pihak pengelola atau penyelenggara khususnya mereka yang melakukan pemeriksaan terhadap penonton mengapa sampai muncul benda-benda yang sebenarnya tidak pantas. Apalagi pertandingan tersebut dihadiri oleh Kepala Negara.

"Jadi apa yang disikapi oleh Presiden dan beliau memutuskan untuk kembali sebelum pertandingan selesai, itu adalah sikap Presiden tidak berkenan terhadap apa yang terjadi di dalam Gelora Bung Karno semalam khususnya dari pihak suporter. Ini menunjukkan bahwa kita tidak bisa menahan diri atau katakanlah kita tidak sportif. Bahwa atas kejadian itu saya kira patut kita sesalkan," papar mantan Wakil Dekan Fisip UI tersebut.

"Presiden memutuskan untuk kembali dan meminta agar Menpora beserta Kapolri tetap di tempat untuk memastikan agar peristiwa atau keadaan tetap terkendali, bisa tertib, kembali tenang dan pertandingan tetap dilanjutkan," ujar Julian.

Ada arahan Presiden? "Saya belum mendengar ada arahan atau komentar dari Presiden terkait dengan hal tersebut, selain kepada Menpora dan Kapolri," jawab Julian.

(anw/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads