Warga Denpasar Nyoblos Pakai Baju Adat
Senin, 05 Jul 2004 09:15 WIB
Denpasar - Warga Denpasar mengenakan pakaian adat Bali saat melakukan pencoblosan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal itu dimaksudkan mencegah keributan saat penghitungan suara. "Penggunaan pakaian adat pada saat mencoblos, merupakan imbauan langsung dari Walikota Denpasar Anak Agung Ngurah Puspayoga. Penggunaan pakaian adat dimaksudkan menunjukkan budaya masyarakat Bali dan memunculkan suasana aman serta mencegah tejadinya keributan," kata Ketua KPU Denpasar Rai Misno di TPS 01, Dusun Banjar Belaluan Sadmerta, Desa Dangin Puru Kauh, Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar, Bali, Senin (5/7/2004). Penggunaan pakaian adat Bali hanya terjadi di Kota Denpasar.Di Kota Denpasar, tercatat ada 1.451 TPS dengan 393.257 pemilih. Sedangkan, di Bali sebanyak 9.500 TPS dengan jumlah pemilih 2.560.100.Dalam pantauan detikcom, Gubernur Bali Dewa Made Beratha dan Walikota Walikota Denpasar Anak Agung Ngurah Puspayoga mencoblos di TPS 01 Dusun Banjar Belaluan Sadmerta, Desa Dangin Puru Kauh, Denpasar Timur.Usai mencoblos, Gubernur Bali meminta masyarakat Bali siap menerima siapa pun presiden yang terpilih nanti. "Siapa pun yang menang, saya minta pada masyarakat Bali untuk menerima dengan ikhlas sebagai wujud demokrasi," kata Beratha. Rencananya, gubernur dan walikota akan meninjau pencoblosan di RSUP Sanglah dan LP Kerobokan.
(aan/)











































