Sejarah Baru Indonesia Dimulai

Sejarah Baru Indonesia Dimulai

- detikNews
Senin, 05 Jul 2004 05:03 WIB
Jakarta - Pemilihan presiden dan wakil presiden beberapa jam lagi akan dilaksanakan. Dengan demikian, sejarah baru akan ditorehkan di bumi pertiwi ini .Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar ketiga setelah Amerika Serikat dan India. Perhelatan pemilihan langsung kali ini juga merupakan peristiwa yang pertama terjadi di kawasan Asia Tenggara.Pada awalnya, banyak pihak yang skeptis pemilihan langsung ini akan berlangsung kacau. Rakyat dinilai masih belum siap menghadapi demokrasi langsung. Tetapi, segala prediksi tersebut akhirnya terbantahkan. Tidak ada kejadian bentrokan antar massa pendukung seperti yang dikhawatirkan sebelumnya. Dan rakyat pun telah membuktikan dirinya sudah cukup dewasa dalam menerima perbedaan pendapat.Setidaknya ada 5 pasangan yang mengikuti pilpres putaran pertama kali ini yakni Wiranto-Shalahuddin Wahid, Megawati-Hasyim Muzadi, Amien Rais-Siswono Yudo Husodo dan Hamzah Haz-Agum Gumelar. Sedangkan pasangan Abdurrahman Wahid-Marwah Daud Ibrahim batal menjadi kandidat karena KPU menyatakan Gus Dur tidak memenuhi syarat.Kampanye yang berlangsung sebulan penuh juga berlangsung semarak. Meski, beberapa pihak menilai gaungnya masih kurang terasa jika dibandingkan dengan kampanye pemilu legislatif lalu.Selain kampanye terbuka, debat antar kandidat banyak digelar oleh stasiun televisi swasta. Bahkan, KPU sebagai penyelenggara pilpres juga menggelar debat antar pasangan capres dan cawapres beberapa waktu lalu. Tentu saja debat ini banyak menyedot perhatian masyarakat. Pasalnya, capres Megawati Soekarnoputri yang kerap menolak undangan, akhirnya tampil di depan publik dalam acara debat.Dalam pilpres kali ini, tercatat lebih dari 150 juta rakyat yang tersebar dari Sabang hingga Merauke terdaftar sebagai pemilih. Mereka akan menyalurkan pilihannya pada 585 ribu lebih Tempat Pemungutan Suara (TPS).Patut diingat, nasib bangsa Indonesia 5 tahun ke depan ditentukan hari ini, (5/7/2004). Rakyat lah akan menjadi penentu siapa yang akan memimpin bangsa yang kini sedang terpuruk . Jadi, jangan sampai salah memilih karena tidak ada yang dapat memperbaiki nasib bangsa kalau bukan kita sendiri. (ton/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads