"Pemerintah kita padahal sudah bisa memprediksi bahwa jumlah pemudik khususnya yang lewat darat akan meningkat, tapi kenapa tidak ada rencana yang matang untuk mengantisipasi insiden yang bisa timbul sebagai dampak dari padatnya kendaraan tersebut. Tidak ada solusi," ujar Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit kepada detikcom, Rabu (7/9/2011).
Danang yakin, sebenarnya kecelakaan itu adalah sesuatu yang bisa dihindari asalkan benar-benar dilakukan dengan segala persiapan, yakni dengan memperhatikan segala aspek yang menunjung keselamatan itu sendiri.
"Tapi nyatanya yang terlihat dari ke tahun malah tidak ada terobosan yang berarti untuk menekan angka kecelakaan. Lihat saja, yang diperhatikan hanya jalur utama Pantura, sedangkan jalur alternatif kurang mendapat perhatian," katanya.
"Padahal sebenarnya angka kecelakaan itu paling banyak terjadi di jalur alternatif itu," tambahnya.
Untuk itu, Danang berharap usai musim Lebaran ini pemerintah segera melakukan evaluasi baik untuk angkutan mudik dan balik, serta kesiapan infrastuktur.
"Buatlah langkah-langkah yang bisa memastikan angka kecelakaan itu lebih menurun. Dan tolong perhatikan infrastrukturnya. Selain itu polisi juga disebar ke semua jalur termasuk jalur alternatif," tandasnya.
Terkait pernyataan Menhub Freddy Numberi bahwa haruskah pemudik diberi ekstasi agar tak mengantuk, Danang memilih enggan berkomentar. Menurutnya yang terpenting adalah adanya kemauan dan kesungguhan dari pemerintah, daripada sekadar menyalahkan masyarakat sebagai penyebab tingginya angka kecelakaan.
"Kalau tidak, maka kondisinya tahun depan bisa jadi lebih buruk dari tahun ini," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Perhubungan Freddy Numberi bersikukuh meningkatnya kecelakaan karena faktor human error, seperti kelelahan.
"Angka kecelakaan tadi saya bilang kalau orang tidur kita mau ngomong apa? Orang lelah kita mau ngomong apa? Kalau dipakai mobil rusak nah saya hukum perusahaannya. Tapi kalau orang lelah musti kita kasih apa, pil ekstasi supaya dia nggak lelah? Kan repot kita," kata Freddy menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (6/9/2011). Freddy ditanya sikapnya mengenai rencana pemanggilan oleh DPR.
Pernyataan itu disampaikan Freddy usai Mabes Polri merilis data kecelakaan mudik untuk tahun ini. Hingga H+5 Lebaran jumlah kecelakaan di jalanan terus meningkat. Polri mencatat ada 4 ribu lebih kasus kecelakaan yang terjadi saat musim mudik 2011.
"Data kecelakaan lalu lintas Operasi Ketupat (23 Agustus-4 September), jumlah kecelakaan naik 996 atau 33,08%," kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana melalui SMS, Senin (5/9).
Yoga mengatakan pada tahun 2010 ada sebanyak 3.010 kasus kecelakaan yang terjadi. Sementara tahun 2011 ada 4.006 kasus.
"Korban meninggal dunia turun 85 (orang) atau 11,39%. Pada 2010 sebanyak 746 orang dan 2011 sebanyak 661 orang," jelas Yoga.
(lia/lrn)











































