Penghuni Gelap Rusun Pondok Bambu Ditertibkan Pasca Pembunuhan Eti

Penghuni Gelap Rusun Pondok Bambu Ditertibkan Pasca Pembunuhan Eti

- detikNews
Rabu, 07 Sep 2011 08:16 WIB
Jakarta - Tragedi Eti, yang diduga dihabisi nyawanya oleh sang menantu, Y, di Rusun Pondok Bambu, Jl Haji Dogol, Duren Sawit, Minggu lalu, membuat pihak pengelola rusun kerepotan. Pasalnya, korban dan anaknya merupakan penghuni gelap rusun dan tidak pernah melaporkan keberadaannya tinggal di Blok B Lantai 4, kamar 412.

Menurut Hendriansyah, penanggungjawab rusun, kamar yang ditempati korban dihuni oleh Lisliana dan ayahnya, Daniel. Namun mereka tidak menempati kamar rusun tersebut sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

"Kita merasa kecolongan dengan adanya insiden kemarin. Karena mereka bisa dibilang penghuni ilegal," ujar Hendri saat ditemui di lokasi kejadian yang masih diberi garis polisi, Rabu (7/9/2011) pagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hendri mengatakan, penghuni resmi kamar yang ditempati korban seharusnya seorang dokter. Namun entah bagaimana kamar tersebut dihuni oleh Lisliana dan ibunya.

"Lisliana dan ayahnya tinggal di Rusun ini tanpa sepengetahuan pengelola," jelas Hendri.

Atas insiden tersebut, pengelola mengambil kembali sewa rusun atas nama sang dokter. Karena, menurut Hendri, penyewa sudah menyalahi prosedur menetap. Pengelola telah memasang segel di kaca rumah pertanda pembatalan izin sewa rusun.

"Siang ini akan kita tertibkan untuk menghindari kejadian serupa," tegas Hendri.

Eti ditemukan tewas dengan luka mengenaskan di leher, pundak, dan pipinya, Minggu (4/9) sore. Lisliana, anak korban, mengatakan saat peristiwa terjadi korban tengah berada di dalam rumah bersama menantunya, Y, yang sekarang buron.

(ahy/lrn)


Berita Terkait