NU Didesak Kaji Ulang Posisinya Terhadap PKB
Minggu, 04 Jul 2004 18:18 WIB
Jakarta - Forum Warga Nadhiyin Peduli (PWNP) NU mengusulkan dilakukan pengkajian ulang posisi NU terhadap PKB dalam muktamar NU 8 November 2004 mendatang di Solo. Muktamar harus membahas perlu tidaknya PKB dipertahankan sebagai alat politik NU. "Kami mengimbau kepada seluruh cabang NU se-Indonesia untuk memikirkan ulang posisinya dengan PKB. Dan pemikiran itu sebaiknya disalurkan di dalam forum muktamar NU 8 November nanti di Solo," kata Endang Sobirin, Juru Bicara Forum Warga Nahdiyin Peduli NU kepada wartawan di PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Minggu (4/7/2004). Pemikiran ini, kata Endang, disampaikan setelah melihat dan mencermati perkembangan hubungan antara NU dan PKB selama ini. Lebih dari itu, ke depan juga dilihat potensi konflik yang cukup besar karena terjadinya polarisasi antara NU dan PKB di berbagai tingkatan.Posisi dan hubungan PKB dengan NU dinilai telah mengarah kepada disharmoni serta kurang aspiratif terhadap NU baik personal maupun kelembagaan. "PKB telah menafikan aspirasi dukungan warga NU yang selama ini menjadi penopang utama partai tersebut. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan keputusan Mukernas dengan rapat pleno dalam merespon proses politik pada Pilpres ini," kata Endang. Forum tertinggi mukernas PKB memutuskan mencalonkan Gus Dur sebagai satu-satunya presiden PKB. Bila berhalangan, PKB akan mencari alternatif lain. Pengertian alternatif lain ketika itu yakni memilih 7 nama kandidat yang masuk dalam brankas yakni Hasyim Muzadi, Alwi Shihab, Susilo Bambang Yudhoyono, Muhaimain Iskandar, Saefullah Yusuf, Mahfud MD dan Khofifah Indar Parawansa. "Tapi kenyataannya justru PKB tidak membela mati-matian pencalonan Gus Dur malah mencalonkan orang yang tidak ada dalam putusan mukernas. PKB mengambil keputusan rapat pleno yang tingkatnya lebih rendah dari Mukernas," protes Endang. "Sebagai kader NU saya bingung kenapa elit PKB tidak serius memperjuangkan Gus Dur dan sibuk dengan kepentingannya sendiri.Akhirnya Gus Dur pun gagal," lanjutnya.Luqman Hakim, Koordinator FWNP NU menyayangkan banyak keputusan partai yang lebih suka melakukan pembekuan cabang PKB dan pemecatan kader muda potensial di tubuh PKB.
(iy/)











































