"Ditanyakan Presiden kepada Pak Kapolri mengapa bisa terjadi situasi seperti itu karena tidak lazim dalam pertandingan apalagi kualifikasi Piala Dunia," kata Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha.
Hal itu dikatakan Julian di stadion GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (6/9/2011). Pertandingan Indonesia vs Bahrain di babak kedua sempat dihentikan wasit selama 10 menit akibat maraknya ledakan petasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat meninggalkan GBK, SBY juga meminta Menpora Andi Mallarangeng dan Kapolri untuk tetap tinggal di stadion. "Untuk menjaga situasi tetap menjadi kondusif untuk bisa dilanjutkan kembali. Tapi Bapak Presiden tidak berkenan untuk terus melanjutkan menonton pertandingan," ujar Julian.
Seperti diberitakan, SBY meninggalkan kursi VVIP di balkon stadion saat pertandingan memasuki menit 70-an. SBY yang mengenakan kemeja merah putih itu meninggalkan stadion saat Timnas ketinggalan 0-2 dan para pendukung Timnas di GBK mulai menyalakan petasan. Menyalakan petasan dalam pertandingan adalah sesuatu yang dilarang FIFA.
(anw/lrn)










































