H-1 Pemilu, Hidayat Minta Warga Waspadai Terorisme Politik
Minggu, 04 Jul 2004 15:00 WIB
Jakarta - Dalam masa tenang H-1 Pemilu Presiden, disinyalir marak terorisme politik. Ketua Umum PKS Hidayat Nurwahid mengimbau warga mewaspadainya."Hak kita besok jangan dimubadzirkan. Jangan sampai kita dikalahkan oleh terorisme piolitik dalam 3 bentuk, money politics, intimidasi politik dan manipulasi politik," kata Hidayat saat ceramah dalam doa bersama umat Islam untuk sukses Pemilu Presiden di masjid Al Azhar, Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran, Jakarta, Minggu (4/7/2004). Terorisme politik yang paling berbahaya, menurut Hidayat yakni manipulasi politik antara lain manipulasi hasil penghitungan suara. Manipulasi ini sifatnya sangat halus dan sulit dibuktikan tapi hasilnya sangat efektif. Dalam kesempatan itu, Hidayat juga mengimbau massa yang hadir memilih capres yang bisa menuntaskan reformasi. Pemerintah sekarang, dinilai Ketua Umum PKS itu tidak menghayati makna reformasi secara benar. "(Pemerintah sekarang), mereka tak punya kepedulian tinggi melaksanakan agenda reformasi. Sangat penting kita mengembalikan reformasi kepada bapaknya reformasi," kata Hidayat. Sedangkan Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin menyerukan umat Islam agar memperbanyak doa menghadapi Pemilu Presiden besok. "Mari kita perbanyak doa sehingga besok hati umat Islam tergetar untuk kembali pada ajaran agamanya. Mari kita sertai segala usaha dan upaya agar bangsa ini diberi kekuatan dan hati nurani bisa memilih pemimpin yang mampu membebaskan kita dari krisis multidimensi," demikian Din.
(iy/)











































