"Penelusuran ke pihak Imigrasi Qatar dan penerbangan Qatar Airways tidak tercatat adanya WNI yang datang dari Johannesburg dan dalam keadaan luka dalam beberapa hari ini," kata Direktur Perlindungan WNI, Tatang Razak saat dihubungi detikcom, Selasa (6/9/2011).
Kedatangan dr Aisha, yang dalam keadaan terluka ke Qatar tentu akan terlihat mencolok dan mudah diketahui. Namun setelah dicek ke rumah sakit juga tidak ditemukan adanya nama dr Aisha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak KBRI Dohan juga melakukan penelusuran kepada perawat asal Indonesia yang bekerja di Qatar dan hasilnya nihil.
"Sejauh ini belum pernah mengetahui keberadaan dr Aisha di Qatar," tutur Tatang.
Kabar hilangnya Aisha di Somalia beredar lewat Twitter pada Minggu (4/9/2011) malam. Pihak ACT melalui pesan BBM dari Aisha yang saat itu mengaku dipegang local guide Charles Etoundi, juga mendapat informasi serupa. Namun, informasi kemudian yang berkembang simpang siur.
Berita hilangnya Aisha memang misterius. Kronologi bagaimana dia diculik di Somalia, penuh kejanggalan. Salah satunya, saat ini Aisha tiba-tiba berada di Qatar, sebelum ditemukan di Johannesburg. Padahal, dia mengaku tertembak di bagian bahu.
Benarkah memang Aisha pergi ke Somalia? Kalau tidak, di mana relawan lepas Aksi Cepat Tanggap (ACT) itu berada?
(ndr/gus)











































