Pilpres, Ngruki Tidak Golput
Minggu, 04 Jul 2004 13:33 WIB
Solo - Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki menganjurkan kepada seluruh ustadz dan santri yang telah memiliki hak pilih untuk menggunakan hak pilihnya dalam pilpres mendatang. Meskipun tidak menyebut figur yang ideal, namun pengasuh pesantren memberi gambaran tentang 7 persyaratan memilih pemimpin sesuai syariat Islam.Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pesantren Al-Mukmin Ustadz Wahyuddin saat ditemui wartawan di kompleks pesantrennya, Ngruki, Cemani, Sukoharjo, Minggu (4/7/2004) siang. "Pertimbangan kami menggunakan hak pilih adalah mengurangi efek madlarat (kerugian) yang semakin besar kami kehidupan bernegara serta dalam meneruskan perjuangan Islam," ujarnya.Tetapi Wahyuddin menegaskan, karena hukum negara mengatakan bahwa memilih dalam pilpres adalah hak, maka sepenuhnya pihak pesantren menyerahkan sepenuhnya kepada para pemilih apakah akan menggunakan hak tersebut apa tidak. Selain itu diingatkan pula bahwa setiap figur capres memiliki sisi kelebihan dan kelemahan."Karenanya kami harapkan untuk memilih yang sisi negatifnya paling paling sedikit. Siapa orang itu, terserah kesimpulannya masing-masing. Kami sudah memberi gambaran kepada para ustadz dan santri yang akan memilih tentang tujuh syarat memilih pemimpin. Kalau dirasa ada yang memenuhi syarat itu silakan dipilih, kalau dirasa tidak ada ya terserah sikap pemilihnya," lanjutnya.Adapun tujuh syarat yang disebutkan oleh Wahyuddin adalah beragama Islam, laki-laki, sudah akil baligh (dewasa), berilmu, adil, mempunyai kapabilitas, dan sehat jasmani rohani. Meskipun Wahyuddin enggan menyebutkan secara eksplisit, namun dengan persyaratan itu maka dipastikan Megawati tidak masuk dalam hitungan pemimpin yang akan mereka pilih.Amien Rais Paling Paham AgamaDengan mengacu tujuh persyaratan tersebut, Wahyuddin secara pribadi mengaku telah menjatuhkan pilihan. Namun dia menegaskan bahwa pilihan itu adalah pilihan dia pribadi dan bukan menjadi perintah atau fatwanya kepada para ustad maupun para santrinya. Wahyuddin enggan menyatakan secara terbuka siapa capres yang akan dia pilih dalam pilpres putaran pertama ini. Dia hanya mengatakan jika dalam putaran kedua nanti yang bertarung adalah Amien Rais dengan Wiranto, secara pribadi dia akan masih akan memilih Amien Rais. Hal tersebut karena dalam prediksinya, pilpres mendatang akan berlangsung dalam dua putaran.Dengan mengunakan istilah 'masih akan memilih Amien Rais' itu apakah berarti di putaran pertama dia mendukung Amien, Wahyuddin mengelak memberikan penegasan dengan mengatakan, "Kalimat saya itu kan sudah jelas. Silakan disimpulkan sendiri," kilahnya sembari menambahkan bahwa dari calon yang ada hanya Amien Rais yang dinilai memiliki pengetahuan agama paling memadai."Namun jika nanti yang bertemu di putaran kedua adalah Mas Wir (Wiranto -red) dengan SBY, saya akan mendukung Mas Wir. Pertimbangan saya karena Mas Wir dan keluarganya lebih tekun menjalankan syariat agama dan sejauh ini secara langsung belum pernah mengeluarkan pernyataan atau tindakan yang merugikan dan menyakiti umat Islam," papar menantu Abdullah Sungkar tersebut.Sementara itu, Humas Al-Mukmin Irsyad Fikri memaparkan bahwa jumlah pemilih dari pesantren tercatat sekitar 750 orang yang terdiri dari para ustadz dan santri. Namun dari jumlah tersebut, yang akan menggunakan hak pilih di beberapa TPS sekitar pesantren hanya sekitar 250 orang."Pemilih tetap tinggal di pesantren saat ini sekitar 120 siswa yang telah memiliki hak pilih yaitu dari kelas 2 dari aliyah dan Mualimin putra maupun putri. Sedangkan yang kelas tiga sudah pulang ke daerah asalnya karena sudah lulus. Selain itu juga terdapat sekitar 50 ustadz muda yang masih tinggal di pesantren serta ditambah 80 ustadz senior yang tinggal di sekitar pesantren," paparnya.
(asy/)











































