Profesor Sriani, Penemu Varietas Pepaya California Meninggal

- detikNews
Selasa, 06 Sep 2011 16:00 WIB
Jakarta - Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Indonesia kembali kehilangan ilmuwan terbaiknya. Pakar genetik dan pemuliaan tanaman Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dikenal sebagai penemu varietas pepaya California, Profesor Sriani Sujiprihati, meninggal dunia.

Berita duka ini telah diumumkan di situs resmi IPB, Selasa (6/9/2011). "Innalillahi wainna ilaihi rojiun, telah berpulang ke hadiran Allah SWT Prof Sirani Sijiprihati, pakar Genetik dan Pemuliaan Tanaman IPB pada 6 September 2011 pukul 13.30 WIB," demikian pengumuman duka cita di situs IPB.

Informasi yang didapatkan detikcom, Sriani tiba-tiba tak sadarkan diri pada Minggu (4/9/2011). Lantas Sriani yang sedang berada di Yogyakarta langsung dilarikan ke Ruang ICCU RS Dr Sardjito, Yogyakarta. Belum jelas, apa sakit yang diderita Sriani. Namun, setelah menjalani pemeriksaan jantung dan syaraf pada Senin (5/9/2011) kemarin, Sriani menghadap sang Khalik siang hari ini.

Di kalangan ilmuwan genetika dan pemuliaan tanaman, Sriani sangat dikenal. Hasil penemuannya yang terkenal adalah penemuan varietas pepaya Callina. Pepaya yang sangat manis ini kemudian dikenal masyarakat dengan nama pepaya California.

Banyak pihak menduga bahwa pepaya California adalah pepaya impor dari Paman Sam. "Padahal, tak ada pepaya impor. Semua itu pepaya hasil pemuliaan yang dilakukan Pusat Kajian Tropika IPB," kata Sriani pada suatu kesempatan.

Pepaya Callina merupakan buah lokal asli Indonesia. Kini, pepaya dengan bobot rata-rata 1,3 Kg ini banyak dijual di supermarket dan hypermarket. Para petani di berbagai daerah juga telah membudidayakan pepaya ini, karena punya berbagai keunggulan. Antara lain, pohon tidak terlalu tinggi dan usia berbuah juga tidak lama.

"Yang menamakan itu pepaya california bukan kami, tapi pedagangnya. Padahal itu adalah pepaya callina hasil pemuliaan yang kami lakukan bertahun-tahun," kata Dr Sriani kepada Antara beberapa waktu lalu.

Sriani menceritakan varietas Callina ini awalnya dari pepaya yang ditemukan di kebun warga Bogor bernama Pak Okim. Pemiliknya mengaku bahwa bibit pepaya itu berasal dari Amerika Serikat, meskipun belum ditelusuri kebenarannya. Kemudian Sriani dkk melakukan pemuliaan atas buah tersebut dan melakukan penelitian serta uji coba selama tujuh tahun sebelum akhirnya melahirkan varietas yang dinamakan Callina atau California.

Sriani, perempuan kelahiran Ponorogo, 28 Oktober 1955, melanjutkan studinya di Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta setelah lulus SMA di Ponorogo. Dia kemudian meniti karir di IPB sebagai dosen dan menyelesaikan kuliah S2. Gelar doktor diraihnya di Universiti Putra Malaysia (UPM) tahun 1997 di bidang pemuliaan tanaman.

Perempuan yang bersuamikan Enizar ini mendapatkan sejumlah penghargaan dari berbagai pihak. Antara lain penghargaan Rektor IPB, penghargaan Riset Unggulan Strategi Nasional (Rusnas Award 2004) dari Kementerian Riset dan Teknologi, Satyalencana Karyasatya dari Presiden RI tahun 2006, Penghargaan Kepedulian dan Penegakan HaKI dari Presiden RI tahun 2007, Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa tahun 2009, dan tahun 2010 ia mendapat penghargaan dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Sriani juga pernah mendapat penghargaan sebagai Dosen Berprestasi IPB dan juga Dosen Berprestasi Tingkat Nasional pada tahun 2006.

(asy/asy)