Pengurus PDIP Pendukung SBY Dianiaya di Tabanan
Minggu, 04 Jul 2004 12:05 WIB
Danpasar - Nasib apes menimpa I Nyoman Sukerta. Sedang tidur nyenyak, tiba-tiba dia digebuki orang hanya gara-gara pilihan politiknya yang mendukung capres Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.Peristiwa penganiayaan terhadap Nyoman Sukerta itu berlangsung pada Sabtu dinihari kemarin pukul 1.30 WITA. Pelakunya adalah Putu Eka dan Nyoman Arnawa yang menurut Kasatreskrim Polres tabanan, Iptu Donny Wahyudi adalah kader PDIP. Menurut cerita Iptu Donny Wahyudi yang dihubungi detikcom, Minggu (4/7/2004), saat kejadian korban sedang terlelap tidur bersama istri, anak dan adik kandungnya di rumahnya, dusun Payangan Tengah, desa Marga, Tabanan, Bali. Sementara, si pelaku baru saja pulang dari persembahyangan bersama. Usai sembahyang, dua pelaku mendatangi rumah korban. Salah satu pelaku menggedor pintu dan menyeret korban yang tentu saja langsung terbangun dari tidurnya.Sementara pelaku lain merusak rumah korban dengan memecahkan kaca rumah. Meski seorang pengurus ranting PDIP, di rumah korban memang banyak tertempel poster Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.Usai menganiaya dan merusak rumah korban kedua pelaku langsung melarikan diri ke rumah saudara salah seorang pelaku. "Korban adalah pengurus PDIP yang membelot mendukung SBY-Jusuf kalla sementara pelaku adalah kader PDIP. Saat kejadian pelaku mengenakan baju hitam-hitam. Tetapi dalam hal ini polisi hanya melakukan pnyelidikan ke arah tindak pidana dan tidak menyentuh masalah politik," kata Donny Wahyudi. Di Tabanan, pada pemilu legislatif lalu PDIP meraih kemenangan dengan mutlak. Calon presiden dari PDIP adalah Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi.
(tis/)











































