Hal ini diungkapkan Presiden SBY dalam pembukaan rapat kabinet paripurna. Rapat berlangsung di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/9/2011).
"Banyak SMS yang saya terima, sebagian merupakan ekspresi kemarahan saudara-saudara kita. Menyalahkan saya mengapa ada dua kali 1 Syawal di hitungan masehi, 30 Agustus atau 31 Agustus," ungkap SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saudara-saudara kita yang menyampaikan seperti itu berpandangan bahwa 1 Syawal itu yang menentukan adalah presiden," jelas SBY.
Padahal, masalah penetapan waktu jatuhnya tanggal 1 Syawal dalam sistem Masehi bukan merupakan ranah presiden baik sebagai Kepala Negara maupun Kepala Pemerintahan RI. Melainkan para ulama dan cendekiawan yang memang berkompeten di bidang tersebut.
"Saya bukan ahlinya. Oleh karena itu, SMS saya teruskan ke MUI dan pihak-pihak terkait lainnya agar dengan tenang dan jernih coba pikirkan baiknya bagaimana untuk menetapkan 1Syawal bagi kita semua di masa depan," imbuh SBY.
Sidang kabinet siang ini adalah yang pertama setelah Ramadhan. Maka Presiden SBY tidak lupa menyampaikan selamat Idul Fitri dan meminta maaf kepada seluruh anggota KIB II.
"Barangkali selama satu tahun terakhir ada tutur kata saya dan tindakan saya yang saudara-saudara tidak berkenan. Baik itu apa yang saya sampaikan secara lisan maupun pesan-pesan saya melalui SMS. Kami minta maaf," ujar SBY.
(lh/nrl)










































