Indonesia Tak Perlu Khawatir Pemantau Pemilu Asing
Minggu, 04 Jul 2004 10:52 WIB
Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie berpendapat, masyarakat Indonesia tidak usah khawatir dan tertutup terhadap pihak asing yang memonitor pemilu. "Kita justru memberi kesempatan bagi siapa saja untuk memonitor pekerjaan kita. Apalagi orang-orang yang punya kredibilitas," tandas Jimly usai menerima kunjungan bekas Presiden AS, Jimmy Carter yang kini memimpin lembaga Carter Center. Lembaga ini seringkali aktif dalam kegiatan pemantauan pemilu di berbagai negara.Dalam kunjungnan ke Mahkamah Konstitusi, Jimmy Carter memberi pujian pada Mahkamah Konstitusi di Indonesia. "Dia kagum kok bisa dalam waktu yang singkat Mahkamah Konstitusi sudah mampu melaksanakan tugasnya dengan baik," kata ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie usai menyambut kunjungan Jimmy Carter, Minggu (3/7/2004) di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta. Jimmy berkunjung ke Mahkamah Konstitusi bersama istrinya Rosalin Carter dan mantan PM Thailand Chuan Leekpai. Usai kunjungan itu, Jimmy Carter batal menggelar konferensi pers. Jimly menambahkahkan, Carter juga bercerita tentang pelaksanaan pemilu di AS. "Dia cerita di sana lain sama sekali. Dia bilang tidak ada Panwas Pemilu dan sebagainya karena mereka sudah rutin pemilu sehingga tidak perlu lembaga pengontrol," kata Jimly.Jimmy Carter adalah presiden AS yang ketiga puluh sembilan yang menjabat dari tahun 1977 sampai dengan 1981.
(tis/)











































