"Harusnya bisa dengan mudah ditangkap. Karena teknologi sudah sangat maju," ujar Pramono kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/9/2011).
Menurut Pramono, polisi dan KPK bisa memulai melacak nomor ponsel Nunun. Terutama yang digunakan komunikasi dengan suaminya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penangkapan Nunun mendesak dilakukan. Karena Nunun adalah saksi kunci kasus suap DGS BI.
"Dalam kasus ini kan yang menjadi orang yang diputus bersalah kan sudah banyak sekali dan semuanya mengarah kepada Nunun. Jadi tidak ada lagi alasan untuk membiarkan Nunun lepas," ucapnya.
Sebelumnya, Adang mengaku mendapat kiriman ucapan selamat Idul Fitri dari istrinya. Namun Adang enggan menjelaskan nomor seluler yang digunakan Nunun untuk mengirimkan pesan.
"Minal aidin wal faidzin-lah," jelas Adang saat ditanya isi SMS yang dikirimkan Nunun.
Tak ada pesan lain yang disampaikan Nunun saat itu. Hanya saja, lanjut Adang, Nunun baru akan kembali ke Indonesia jika sudah sembuh dari penyakit 'lupa' nya. Nunun merupakan tersangka kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI Tahun 2004. Nama Nunun sudah masuk daftar buruan Interpol.
Sebelumnya terkait keberadaan Nunun, KPK menduga Nunun berada di Thailand dan dijaga sejumlah pria bersenjata. "Ada informasi seperti itu, dia dikawal. Tapi kita belum tahu persis. Tidak jelas siapa, militer atau bukan," ucap Ketua KPK Busyro Muqoddas, Senin (25/7) lalu.
(van/vit)











































