Wiranto Pilih Lawan Mega Dibanding SBY di Putaran Dua
Minggu, 04 Jul 2004 02:01 WIB
Magelang - Perang urat syaraf terus berlangsung di masa tenang usai kampanye. Kubu capres Partai Golkar Wiranto merasa lebih senang melawan Mega pada putaran kedua nanti daripada dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Pasalnya, bertarung melawan Mega jauh lebih mudah."Kalau kami menghadapi Mega di putaran kedua nanti, itu akan lebih mudah mengalahkannya. Kalau Wiranto melawan Mega di putaran kedua, kita tinggal tidur saja pasti menang," kata Wakil Ketua umum DPP PKB Mahfud MD.Pernyataan ini disampaikan Mahfud menjawab pertanyaan wartawan seusai mendampingi Wiranto bertemu dengan KH Ahmad Abdul Haq (Mbah Mad) pengasuh Ponpes Darussalam, di Watucongol Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Sabtu (3/7/2004).Mahfud memperkirakan bakal ada tiga kekuatan besar yang punya peluang untuk lolos putaran kedua pemilu presiden dan wakil presiden. Ketiga kekuatan besar tersebut adalah Wiranto, Megawati dan SBY. Sedangkan dua capres lainnya tidak disebutkannya.Mengapa melawan Mega lebih mudah. Sayang Mahfud tidak bersedia menjelaskan lebih rinci. Dia hanya tersenyum menginggalkan wartawan yang mencegatnya sambil mengangkat kedua tangannya.Sebelumnya Mahfud juga menyatakan optimisnya Wiranto akan lolos di putaran kedua karena semua mesin politiknya sudah berjalan. Berdasarkan perhitungan kasar, Wiranto mampu akan meraup sekitar 41 juta suara. Ini diambil dari hasil perolehan suara Golkar, PKB, partai pendukung lainnya serta dari ormas-ormas yang mendukung Wiranto."Namun kalau ada melesetnya, paling hanya sekitar lima persen. Itu artinya kami tetap akan mendapat suara sekitar 39 sampai 40 juta. Ini lebih dari cukup untuk modal lolos ke putaran kedua," katanya.Mahfud mengakui dengan majunya Hasyim Muzadi dan Jusuf Kalla sedikit mengakibatkan terjadi ganjalan. Akan tetapi Mahfud optimis jumlah suara yang akan lari ke Hsyim Muzadi dan Jusuf Kalla tidak terlalu banyak menyedot dukungan dari warga NU. Kalaupun terjadi penyempalan, bisa terjadi berasal dari anggota PKB yang sekaligus menjadi pengurus NU. "Namun jumlah yang menyempal ini sangat sedikit. Seumpama ada melesetnya, paling cuma lima persen," katanya.Hasyim dan Kalla dinilai tidak akan mengambil modal dasar dari PKB. Keduanya hanya mengambil suara NU yang tersebar di PPP. Sedangkan suara NU yang berada di Partai Golkar dan PKB diyakini akan tetap utuh mendukung Wiranto-Gus Solah. "Suara NU di Golkar dan PKB tetap akan utuh. Boleh jadi, NU yang di luar Golkar dan PKB juga tidak akan ikut semua kepada Pak Hasyim," demikian Mahfud MD.
(gtp/)











































