Menlu: Persiapan Pilpres di LN Lebih Baik dari Pemilu Legislatif

Menlu: Persiapan Pilpres di LN Lebih Baik dari Pemilu Legislatif

- detikNews
Minggu, 04 Jul 2004 00:50 WIB
Jakarta - Menlu Hassan Wirajuda menyatakan persiapan pemilu presiden dan wakil presiden di luar negeri lebih baik daripada pemilu legislatif sebelumnya. Ini baik dari segi pendaftaran pemilih maupun kesiapan logistik."Dalam hal registrasi dengan penyempurnaan dari registrasi sebelumnya akan banyak warga kita di luar negeri yang akan mempunyai kesempatan untuk memilih," katanya.Hassan, yang ditemui wartawan di sela-sela peringatan Hari Kemerdekaan AS ke-228 di Hotel Regent, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, Sabtu (3/7/2004) malam, menyatakan kesiapan pemilu presiden dalam bidang logistik jauh lebih baik daripada pemilu legislatif. "Kalau pada pemilu legislatif yang lalu terpaksa tim dari deplu kirim ke Afrika Barat, Amerika Latin, bawa sendiri sebagai barang bawaan untuk surat-surat suara dan sebagainya, kali ini saya katakan sudah lebih baik karena sudah berada di perwakilan lebih lama," katanya.Sementara tentang kendala izin dari majikan untuk tenaga kerja Indonesia (TKI), pemerintah Indonesia sudah meminta kepada pemerintah setempat untuk menyerukan kepada warga negara mereka memberi keleluasan kepada TKI yang bekerja kepadanya untuk menggunakan hak pemilih dalam pilpres Indonesia."Misalnya di Singapura karena hari Senin adalah hari kerja maka diminta izin dari majikan untuk mempekerjakan TKI atau TKW pada hari minggu, yakni hari libur mereka, supaya mereka bebas untuk memilih pada hari Senin," jelas Hassan.Sedang di Malaysia, di kilang atau pabrik, diberlakukan shift bergiliran untuk memilih di kantor-kantor perwakilan sehingga tidak menggganggu kerja mereka lebih banyak.Hasan juga menjelaskan bahwa masa pencoblosan di luar negeri dibuat lebih panjang daripada di Indoensia karena TPS-TPS yang ada tempatnya terbatas, yakni di perwakilan-perwakilan.Tentang tambahan jumlah pemilih dalam pemilu presiden dibanding pemilu legislatif, Hassan hanya membenarkan bahwa memang ada tambahan jumlah pemilih. Namun belum bisa disebutkan berapa. (gtp/)


Berita Terkait