Kemlu: Imigrasi & Rumah Sakit di Afsel Tak Catat Nama dr Aisha

Kemlu: Imigrasi & Rumah Sakit di Afsel Tak Catat Nama dr Aisha

- detikNews
Selasa, 06 Sep 2011 12:30 WIB
Kemlu: Imigrasi & Rumah Sakit di Afsel Tak Catat Nama dr Aisha
Jakarta - Keberadaan dr Aisha Wardhana yang sebelumnya dikabarkan berada di Johannesburg, Afrika Selatan (Afsel) meragukan. Hasil pelacakan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui KBRI Pretoria di Afsel tidak ditemukan catatan mengenai dr Aisha. Makin misterius!

"Katanya kan dia kena luka tembak, pihak KBRI Pretoria mengecek 21 rumah sakit tidak ada nama dr Aisha," kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Tatang B Razak, saat dihubungi detikcom, Selasa (6/9/2011).

Tidak berhenti di situ, pihak KBRI Pretoria juga mengecek ke Imigrasi Afsel terkait nama dr Aisha. "Tidak ada catatan dr Aisha yang masuk dari Mogadishu, Nairobi, ataupun Addis Ababa, yang masuk dan keluar Afsel," tambah Tatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keberadaan Aisha di Afsel pun menjadi pertanyaan. Benarkah dia berada di Afsel setelah diculik di Kota Garrisa, Kenya? Benarkah Aisha benar pegi ke Somalia? Padahal pihak Kemlu mengaku siap memberi bantuan dalam bentuk apa pun seandainya Aisha terluka.

"Ini kenapa nggak mau ditolong, ini aneh. Kita hanya akan melakukan tugas dan kewajiban. Tapi dia hanya mengirim SMS sudah dievakuasi dan akan kembali ke Indonesia," terangnya.

Sebelumnya dalam percakapan lewat BBM dengan pihak Aksi Cepat Tanggap (ACT), Aisha mengaku terbang ke Somalia dari Jakarta lewat Singapura kemudian ke Qatar. Nah kemudian Aisha - menurut putrinya sedang hamil 6 bulan - mengaku pergi ke Nairobi untuk melanjutkan perjalanan ke Mogadishu, Somalia.

Saat di Kota Garissa, Aisha mengaku didatangi sekelompok pria bersenjata. Saat itu 31 Agustus, pria bersenjata itu disangka Aisha, pengawal yang akan melindungi untuk masuk ke Somalia. Garissa sebelumnya menjadi titik keberangkatan tim ACT untuk masuk ke Somalia.

"Dia mengaku dipukul, kemudian terkena tembak di bahu. Kemudian dibawa keluar Kenya. Sampai ditemukan di Johannesburg, Afsel, Minggu malam," terang pihak ACT melalui Direktur Eksekutif Komite Indonesia untuk Solidaritas Somalia (KISS), Syuhelmaidi Syukur, saat dihubungi detikcom, Selasa (6/9).

Kabar hilangnya Aisha di Somalia beredar lewat Twitter pada Minggu (4/9/2011) malam. Pihak ACT melalui pesan BBM dari Aisha yang saat itu mengaku dipegang local guide Charles Etoundi, juga mendapat informasi serupa. Namun, informasi kemudian yang berkembang simpang siur.

Berita hilangnya Aisha memang misterius. Kronologi bagaimana dia diculik di Somalia, penuh kejanggalan. Salah satunya, saat ini Aisha tiba-tiba berada di Qatar, sebelum sebelumnya ditemukan di Johannesburg. Padahal, dia mengaku tertembak di bagian bahu.

Benarkah memang Aisha pergi ke Somalia? Kalau tidak, di mana relawan lepas Aksi Cepat Tanggap (ACT) itu berada?


(ndr/asy)


Berita Terkait