Aceh Siap Hadapi Pemilu Presiden

Aceh Siap Hadapi Pemilu Presiden

- detikNews
Minggu, 04 Jul 2004 00:14 WIB
Banda Aceh - Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) menyatakan siap menghadapi pemilu presiden dan wakil presiden pada Senin (5/7/2004) lusa. Kesiapan ini baik dari segi keamanan, logistik, maupun dana."KPU sudah siap segala sesuatunya, baik para pemilih tambahan yang sudah didaftarkan, ada sektiar 600 ribu lagi tambahannya. TPS juga sudah ada penambahannya, logistik juga sudah siap," ujar Gubernur NAD Abdullah Puteh.Puteh, yang ditemui wartawan usai rapat evaluasi persiapan pemilu di Gedung Serba Guna, kantor Gubernur NAD, Jl.Daud Beureueh, Banda Aceh, Sabtu (3/7/2004), menyatakan pengamanan pemilu presiden tak jauh beda dengan pengamanan pada pemilu legislatif. Menurutnya, pengamanan tetap memakai model pengamanan ring 1, ring2 Polri dan Linmas, dan TNI berada di ring 3. Pasukan TNI/Polri juga sudah menyiapkan cadangan pasukan, jika sewaktu-waktu terjadi penambahan atau perubahan. "Kebijakan baru yang kita tambahkan pada pemilu kali ini, patroli di jalan-jalan untuk meningkatkan kewaspadaan kita," katanya.Sementara, untuk logistik yang sampai hari ini belum tiba ke TPS-TPS, disebutkan Puteh, penyebarannya akan dibantu oleh TNI.Pemantau AsingSejauh ini, pemantau asing yang sudah tiba di Aceh berjumlah empat orang. Dua orang dari dari Uni Eropa, satu dari Finlandia dan lainnya dari Belanda. Mereka akan melakukan pemantauan di Kabupaten Pidie."Kebijakan untuk pemantau asing masih sama seperti pada waktu darurat militer lalu dan mereka boleh sampai ke kecamatan tapi kalau malamnya harus menginap di ibukota kabupaten. Tapi ada kecamatan yang tidakboleh dimasuki, besok akan kita umumkan kecamatan mana saja, tapi tidak terlalu banyak," lanjutnya.Dalam kesempatan itu Puteh juga menjelaskan dana sebesar Rp 10,5 miliar yang dianggarkan dalam APBD untuk pemilu legislatif dan presiden belum cair. Karena itu dana operasional selama ini masih berupa pinjaman dari Pemda NAD sebesar Rp 5 miliar. "Karena belum masuk dana dari APBD. Nanti kita tambah lagi Rp 1,8 miliar polanya pinjaman sebagai dana darurat," demikian Abdullah Puteh. (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads