Kepala Bagian Operasi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Latif Usman mengatakan, meski kecelakaan tersebut bersamaan dengan kegiatan mudik dan lebaran, namun korban kecelakaan dipastikan bukan pemudik.
"Dalam kasus ini, dipastikan tidak ada pemudik yang tewas," kata Latif kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paling banyak kejadian pada tanggal 26 Agustus dengan jumlah kejadian 26 kasus, 3 meninggal dunia, 8 luka ringan dan 20 luka berat," katanya.
Dari korban kecelakaan, didominasi oleh pengendara motor. Faktor meningkatnya jumlah motor, kata Latif, turut berperan serta dalam meningkatnya kecelakaan yang melibatkan pemotor.
"Dengan meningkatnya jumlah kendaraan, otomatis mempersempit jalan dan meningkatkan persinggungan," katanya.
Latif mengungkapkan, angka kecelakaan pada Operasi Ketupat tahun ini diperkirakan lebih meningkat dibanding tahun 2010 lalu. Tahun lalu, selama pelaksanaan operasi ketupat, tercatat 213 kasus kecelakaan lalu lintas.
"Tahun ini catatannya baru sampai H+4 saja, kemungkinan kalau sampai H+7, bisa bertambah," katanya.
Meski demikian, dari segi kualitas yakni korban tewas selama operasi tahun ini cenderung menurun dibanding tahun 2010 lalu. Menurutnya, yang terpenting mengurangi fatalitas kecelakaan yang mengakibatkan korban tewas dapat ditekan.
"Tahun 2010 lalu 45 orang meninggal dunia selama pelaksanaan operasi. Diharapkan kecelakaan untuk tahun ini nggak sampai 45. Mudah-mudahan cuma bertahan 24 (korban) saja," katanya.
Latif melanjutkan, pihaknya akan terus mengevaluasi hasil operasi ini. Sementara, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan untuk meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.
"Polisi sudah banyak di jalan memberikan peringatan dan teguran. Diharapkan dengan teguran dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas," tutupnya.
(mei/nrl)











































