Peristiwa tersebut terjadi di Jl Basuki Rahmat, tepat di kolong jembatan Flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur, Senin (5/9/2011). Mobil Toyota Alphard yang tengah dikendarai Asrul (33) saat itu terjebak di tengah macet.
"Saat dia mencongkel saya teriak maling dan kabur ke arah belakang mobil," kata Asrul kepada wartawan di Polsektro Jatinegara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka dengar teriakan saya dan menangkapnya. Sempat mau dibakar massa," cerita Asrul.
Di Polsektro Jatinegara, Ol mengaku saat beraksi dia tidak seorang diri. Dia bersama rekannya yang menggunakan sepeda motor untuk berkeliling mencari sasaran pencurian. Naas, rekan yang memboncengnya terlebih dulu tancap gas saat Ol diteriaki maling oleh pemilik mobil.
Ol mengaku sudah 3 kali menyasar spion mobil mewah Toyota Alphard. Dalam satu kali aksi dia bisa menjual satu unit spion seharga Rp 500 ribu.
"Di jual ke penadah di Pasar Baru," kata laki-laki yang hanya menamatkan sekolahnya sampai kelas 5 SD.
Uang tersebut diakui Ol yang tinggal di kawasan Terminal Pulogadung digunakan untuk membiayai sekolah kedua adiknya.
Diakuinya, aksi pencurian spion mobil mewah baru dia lakoni. Sebelumnya dia kerap mencuri besi-besi di wilayah Jakarta Utara. Lokasi pencurian spion selalu dilakukan berpindah-pindah tergantung sasaran yang ditemuinya di jalanan.
(ahy/lrn)











































