12,1 Juta Orang Bergerak Setiap Hari di Jakarta

12,1 Juta Orang Bergerak Setiap Hari di Jakarta

- detikNews
Senin, 05 Sep 2011 18:16 WIB
Jakarta - Peluang kerja dan bisnis memang cukup tinggi Jakarta. Hal ini membuat berbagai pendatang dari luar daerah berbondong-bondong ingin mencoba mengadu nasib ke ibukota.

Menurut data yang diperoleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemprov DKI Jakarta, perharinya jumlah orang yang beraktivitas di Jakarta mencapai 12,1 juta orang.

"Dalam sehari saja, ada 12,1 juta orang yang bergerak di Jakarta. Dengan rincian 9,6 juta jiwa merupakan warga yang tinggal di Jakarta sesuai dengan Sensus 2011, sedangkan 2,5 juta jiwa lainnya merupakan warga sekitar yang bekerja di pusat kota," ujar Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Purba Hutapea, dalam jumpa pers di Gedung Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (5/9/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Angka tersebut lanjut Purba sudah menjadi peringatan bagi Jakarta. Pasalnya, sesuai dengan Perda RTRW 2030 DKI Jakarta, jumlah penduduk Jakarta di tahun tersebut ditargetkan mencapai 12,5 juta jiwa.

"Kalau dengan angka begitu, maka bukan tidak mungkin sebelum 2030, populasi penduduk Jakarta melebihi 12,5 juta jiwa. Karena yang sekarang saja sudah mendekati limit," keluh Purba.

Oleh karena itu, untuk mencegah populasi penduduk terus bertambah, Pemprov akan terus mencoba melakukan berbagai cara, seperti mengadakan pembinaan penduduk (Biduk) dan Operasi Yustisi Kependudukan (OYK). Tujuannya, untuk menjaring penduduk yang tidak memiliki identitas resmi Jakarta.

"Kita tidak melarang mereka yang dari luar Jakarta. Tapi kita ini negara hukum, harus ada aturan yang ditaati agar Jakarta tetap tertata untuk mengendalikan kependudukan di Jakarta. Tujuannya untuk mengendalikan kualitas penduduk," jelasnya.

Purba terus berharap adanya koordinasi dengan pemerintah di daerah asal. Dia pun meminta pada masyarakat pendatang agar tidak menjadikan Jakarya sebagai tujuan mencari kerja.

"Kita harap semua pembangunan di daerah semakin baik, sehingga orang tidak lagi menjadikan Jakarta sebagai tujuan mencari kerja. Kita juga melihat kesempatan kerja ke luar negeri semakin mudah, pembangunan di kota-kota lain juga sudah semakin maju. Intinya koordinasi," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya OYK akan dilakukan selama 3 hari pasca Lebaran. Yaitu tanggal 22 September, 13 Oktober dan 3 November.

(lia/lrn)


Berita Terkait