"Semua informasi yang berkaitan dengan SMS telepon akan kita tindak lanjuti," ujar Kadivhumas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di kantornya, Jl Trunojoyo, Jaksel, Senin (5/9/2011).
Anton menyatakan perburuan Nunun sendiri masih gelap. Interpol belum mendapatkan informasi terbaru soal posisi buronan kasus suap pemilihan deputi gubernur senior Bank Indonesia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah akan dilakukan pengecekan SMS di ponsel Adang? "Nah itu taktik. Kan tidak perlu begitu (dicek) sebagainya. Yang jelas semua ditindaklanjuti," elak Anton.
Sebelumnya, Adang mengaku mendapat kiriman ucapan selamat Idul Fitri dari istrinya. Namun Adang, yang mantan wakapolri itu, enggan menjelaskan nomor seluler yang digunakan Nunun untuk mengirimkan pesan.
"Minal aidin wal faidzin-lah," jelas Adang saat ditanya isi SMS yang dikirimkan Nunun.
Tak ada pesan lain yang disampaikan Nunun saat itu. Hanya saja, lanjut Adang, Nunun baru akan kembali ke Indonesia jika sudah sembuh dari penyakit 'lupa' nya. Nunun merupakan tersangka kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI Tahun 2004. Nama Nunun sudah masuk daftar buruan Interpol.
Sebelumnya terkait keberadaan Nunun, KPK menduga Nunun berada di Thailand dan dijaga sejumlah pria bersenjata. "Ada informasi seperti itu, dia dikawal. Tapi kita belum tahu persis. Tidak jelas siapa, militer atau bukan," ucap Ketua KPK Busyro Muqoddas, Senin (25/7) lalu.
(ape/lrn)











































