Mahasiswa Yogya Tolak Capres Militer dan Megawati

Mahasiswa Yogya Tolak Capres Militer dan Megawati

- detikNews
Sabtu, 03 Jul 2004 12:56 WIB
Yogyakarta - Sekitar 60 mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat berunjuk rasa menolak capres militer maupun Megawati. Aksi bukan sebagai upaya dukung mendukung capres.Aksi diawali long march dari perempatan Tugu Yogyakarta dan berakhir di perempatan kantor pos besar, Jalan Senopati, Yogyakarta, Sabtu (3/7/2004)."Aksi ini hanya mengingatkan tidak berhasilnya rezim Mega-Hamzah serta kebangkitan Orba dan Neo Orba. Kita menolak baik capres Mega ataupun militer. Ini bukan gerakan dukung mendukung," ungkap koordinator aksi, Tohir.Dalam aksi tersebut, sempat menggelar happening art, yakni beberapa mahasiswa tampak mengenakan topeng kardus bergambar wajah 5 pasang capres.Topeng tersebut diberi tulisan Orba dan Neo Orba. Capres Orba, yakni Wiranto dan Megawati. Sedangkan Neo Orba SBY, Amien dan Hamzah.Poster-poster juga digelar, diantaranya bertuliskan "Hati-hati Bahaya Laten Orba dan Neo Orba" dan Orba dan Neo Orba Penindas". Menurut Tohir, pemerintahan Megawati-Hamzah Haz dinilai gagal menjalankan agenda reformasi. "Mega-Hamzah nyata-nyata telah gagal memimpin negeri ini. Bahkan, telah menjerumuskan rakyat dalam cengkraman kekuasaan asing yakni IMF dan Bank Dunia," ujarnya."Munculnya capres-cawapres dari militer seperti Wiranto, SBY dan Agum harus diwaspadai.Demikian juga dengan capres yang lain yang seolah-olah mengatasnamakan reformis namun tidak ada hasilnya. Mereka menggunakan baju reformasi untuk meraih kekuasaannya," imbuhnya.Dalam penyataan sikap, mahasiswa menyerukan adanya perbaikan dalam bidang ekonomi dan sosial, yakni masalah perbaikan UU ketenagakerjaan, dinaikkannya upah buruh serta menolak draf RUU Agraria yang saat ini masih dibahas di DPR. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads