Putri Presiden Libya Ingin Membela Saddam di Pengadilan
Sabtu, 03 Jul 2004 12:30 WIB
Jakarta - Putri Presiden Libya Muammar Kaddafi berkeinginan membantu membela Saddam Hussein di pengadilan. Demikian diungkapkan seorang pengacara asal Yordania yang masuk dalam tim pembela mantan presiden Irak itu."Dr Aicha Muammar (Kaddafi) adalah seorang profesor hukum dan dia siap bergabung dengan tim pembela dan membentuk tim pakar hukum Libya untuk membela Saddam Hussein," tukas Ziad al-Khasawneh."Putri Presiden Libya itu disambut untuk bergabung dengan kami dan kami menganggap dia sebagai anggota resmi tim," imbuhnya seperti diberitakan Associated Press, Sabtu (3/7/2004). Menurutnya, tim pembela multinasional Saddam yang berbasis di Yordania, telah menelepon anak perempuan pemimpin Libya itu untuk menyampaikan terimakasih mereka atas kesediaannya bergabung.Statemen yang dirilis sebuah lembaga amal pimpinan putri Kaddafi di Tripoli, Libya menyatakan, Dr Aicha ingin menjamin bahwa Saddam menerima "pengadilan yang adil berdasarkan prinsip bahwa semua tertuduh harus dianggap tidak bersalah sampai ia terbukti bersalah".Dalam statemen itu disebutkan beberapa pengacara Libya akan bergabung dengan tim pembela Saddam. Mereka akan bergabung dengan para pengacara asing lainnya yang juga masuk dalam tim kuasa hukum Saddam, yakni dari Yordania, Lebanon, Tunisia dan negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Belgia.Saddam dan 11 mantan pembantu dekatnya, telah tampil di pengadilan di Baghdad, Irak untuk pertama kalinya pada Kamis (1/7/2004) lalu, guna mendengarkan pembacaan tuduhan terhadap mereka.
(ita/)











































