"Kritik dari apapun harus kita buka lebar-lebar. Sepahit apa pun pasti mengandung hal yang positif. Apalagi ini kan datang dari Prof Emil Salim, orang yang punya idealisme, punya rasa cinta terhadap bangsa dan negara," ujar Gumilar.
Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers, di Gedung Rektorat UI, Depok, Jawa Barat, Senin (5/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai adanya keberatan dari Dewan Guru Besar dalam pemberian doktor honoris causa (HC) pada Raja Arab Saudi Abdullah, Gumilar menegaskan mekanisme pemberian doktor HC ini sudah sesuai aturan yang berlaku.
"Begini, seperti yang tadi saya jelaskan, di sini juga ada guru besar. Sistemnya pun sudah sesuai. Mekanismenya juga sudah sesuai dengan SOP-nya. Saya rasa kalau ada pro dan kontra saya rasa ini hal yang biasa dalam dunia akademisi," jelas Gumilar.
Pemberian Doktor HC, imbuhnya, adalah urusan akademisi. Gumilar juga mengatakan kini terserah Ditjen Dikti Kemendiknas menilai dirinya seperti apa.
"Saya sebagai manusia biasa, sebagai rektor, pribadi, sebagai institusi dan UI sebagai lembaga silakan Pak Dirjen menilai. Di IPB seperti ini, di UI seperti ini. Nah kalau misalnya di UI ada hal-hal yang tidak sempurna ya tidak apa-apa, sederhana saja. Memang masalah ini harus diselesaikan dan harus diredam supaya tidak ada masalah lagi," jawab dia.
(nwk/fay)











































