Presiden: Polri Harus Bertugas Dengan Cara yang Terhormat
Sabtu, 03 Jul 2004 10:52 WIB
Semarang - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) diminta tidak melakukan segala cara untuk mencari alat bukti. Polri harus melakukan tugasnya dengan cara-cara yang terhormat.Demikian amanah Presiden Megawati Soekarnoputri saat memberikan pidato sambutan dalam HUT ke-58 Bhayangkara di Akademi Kepolisian (Akpol), Jl. Sultan Agung, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (3/7/2004)."Praktek-praktek yang tidak memenuhi standar, yang tidak memberi tempat pada HAM untuk memperoleh keterangan dari tersangka jangan terdengar lagi. Sebagai sebuah organisai yang reformis, Polri harus mampu mencari alat bukti dengan cara-cara yang terhormat," kata Presiden.Presiden juga mengingatkan, tugas Polri ke depan akan semakin berat. Hal ini seiring dengan kesadaran masyarakat akan haknya terhadap proses hukum yang berlaku. Di sisi lain, kuantitas dan kualitas pelaku kejahatan semakin canggih."Terkait hal itu Polri harus senantiasa meningkatkan ketrampilan dan profesionalisme sepanjang tugas. Sampai kapanpun hal itu tidak terelakan. Kesadaran rakyat akan hak terus berkembang, ini harus diperhatrikan. Rakyat adalah pemilik kedaulatan megara ini," ungkap Presiden.Abu-abuDalam kesempatan itu Presiden juga menyinggung soal penanganan kejahatan sparatis bersenjata. Presiden mengatakan, penanganan kejahatan sparatis masih bersifat abu-abu. Apakah hal itu penanganan masalah itu berada di tangan Polri atau TNI."Dalam situasi tertib sipil mau tidak mau ada di tangan polisi, sudah barang tentu jika diperlukan polri bisa minta bantuan militer. Kita masih harus membuat jelas prinsip abu-abu ini," tutur Presiden.
(djo/)











































