"Ya saya kira bisa," kata Patrialis di Kemenkum di Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (5/9/2011).
Namun, tidak langsung bisa dilakukan pelacakan. Patrialis mengaku harus dilakukan koordinasi lebih dahulu dengan seluruh instansi, baik kepolisian, KPK, dan yang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nunun diketahui mengirimkan SMS ke Adang pada 31 Agustus, isinya mengucapkan permohonan maaf lahir dan batin. Namun dari mana Nunun mengirimkan pesan tidak diketahui.
KPK pernah menyebut dugaan Nunun berada di Thailand dan dijaga sejumlah orang. Siapa? Misterius.
(did/ndr)











































