AS Ingatkan Kemungkinan Serangan Militan di Bahrain

AS Ingatkan Kemungkinan Serangan Militan di Bahrain

- detikNews
Sabtu, 03 Jul 2004 10:45 WIB
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat mengingatkan kemungkinan adanya serangan oleh para ekstrimis terhadap target AS dan Barat di negara Bahrain. Departemen Pertahanan AS mengeluarkan perintah bagi para pegawai non-esensial dan anggota keluarga personel militer AS di Bahrain untuk meninggalkan negara Teluk itu.Kerjaaan tersebut merupakan pangkalan bagi armada Angkatan Laut Kelima Amerika Serikat. Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld menyetujui "relokasi sementara," yang akan berlangsung setidaknya selama 30 hari, setelah Departemen Luar Negeri AS merilis peringatan mengenai serangan ekstrimis."Informasi kredibel menunjukkan bahwa para ekstrimis terus berkeliaran dan tengah merencanakan serangan di Bahrain," demikian disebutkan dalam peringatan pemerintah AS."Pada saat ini, itu sifatnya perintah keberangkatan," jelas juru bicara Pentagon Jim Turner seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (3/7/2004). "Akan tetapi, kami masih memonitor situasi dengan seksama. Para komandan terus menganalisa ancaman ini dan mengambil langkah-langkah sepatutnya untuk melindungi anggota dinas, pekerja sipil dan keluarga mereka," imbuhnya.Para pekerja non-esensial dan anggota keluarga personel militer AS yang berada di Bahrain akan dipindahkan ke tanah air Amerika. Demikian disampaikan Turner. Ada sekitar 650 anggota keluarga dan pegawai AS yang akan direlokasikan dari Bahrain.Sebelumnya, pemerintah Washington juga telah mengimbau seluruh warga negara AS yang berada di Bahrain untuk pergi dari negeri tetangga Arab Saudi itu. Saudi sendiri telah beberapa kali dilanda serangkaian serangan bom bunuh diri, juga penembakan warga Barat yang diduga dilakukan kelompok al Qaeda pimpinan Osama bin Laden. (ita/)


Berita Terkait