"Mohon ditunjukan kalau memang kami mengirim SMS itu," kata Devie di Gedung Rektorat Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Senin (5/9/2011).
Menurut Devie, dirinya siap menerima kritikan apapun jika SMS tersebut bisa ditunjukan kepada dirinya. "Kami siap menerima apapun terkait SMS yang katanya ada intimidasi ini," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rektor tersinggung masalah internal keluar UI. Kalau acara di-blow up, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ekonomi telah membuat garis merah terhadap Rektor. Nggak tahu deh ke depannya seperti apa," demikian SMS dari pejabat Rektorat yang ditunjukkan Taufik di ponselnya.
Bahkan SMS tidak berhenti di situ. Ketika dukungan terhadap acara halal bihalal ini bergulir, beredar lagi SMS meminta halal bihalal dibubarkan agar tidak dipolitisasi. SMS-SMS ini dikirimkan dari pejabat Rektorat tersebut kepada Humas FEUI yang kemudian diteruskan ke panitia acara.
"Tolong acara dikondisikan bubar. Kalau makan-makan di-boks saja takut dimanfaatkan kelompok Emil Salim," demikian bunyi SMS lain. SMS intimidasi dikirimkan ke Humas FEUI dan diteruskan ke panitia acara.
(fay/vit)











































