Operasi Yustisi Kependudukan Dilakukan Tiga Putaran Pasca Lebaran

Operasi Yustisi Kependudukan Dilakukan Tiga Putaran Pasca Lebaran

- detikNews
Senin, 05 Sep 2011 14:29 WIB
Jakarta - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemprov DKI Jakarta telah memprediksi terjadi penurunan tren pendatang baru di ibukota sebesar 15 persen atau sebanyak kurang lebih 50 ribu orang. Meski demikian, untuk mengendalikan mobilitas penduduk, Operasi Yustisi Kependudukan (OYK) tetap akan dilakukan pasca Lebaran nanti.

"Operasi Yustisi pasca Lebaran ini akan kita lakukan sebanyak tiga kali, yaitu tanggal 22 September, 13 Oktober dan 3 November," terang Kepala Dukcapil, Purba Hutapea, kepada wartawan dalam jumpa pers di Gedung Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (5/9/2011).

Operasi serentak dilakukan di lima wilayah kota administrasi Jakarta. Sasaran operasi mencakup semua lapisan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi baik yang tinggal di apartemen mewah, maupun di kos-kosan juga akan kita operasi. Termasuk juga warga negera asing yang tidak memenuhi syarat," jelasnya.

Purba menambahkan, sebenarnya operasi ini belum seratus persen bisa menghentikan pendatang baru yang ingin mengadu nasib di ibukota. Oleh karena itu, lanjutnya, Pemprov mencoba melakukan langkah lainnya seperti memberikan bantuan hibah ke daerah sekitar lebih kurang Rp 3 miliar.

"Dana itu diserahkan per tahunnya ke pemerintah daerah penyangga. Tujuannya agar daerah sekitar bisa membangun daerah mereka. Sehingga tujuan pendatang di luar, tidak hanya terfokus ke Jakarta," ujar Purba.

Selain itu, Pemprov berjanji terus melakukan pembinaan kependudukan (Biduk) bagi penduduk-penduduk yang dilakukan secara rutin setiap minggunya. Dengan berbagai program pengendalian mobilitas penduduk inilah, lanjut Purba, telah membuktikan bahwa jumlah pendatang baru memang mengalami penurunan.

"Jadi, penurunan pendatang baru itu bukan karena OYK saja, tapi banyak hal seperti biduk, pembangunan daerah, dan dana transfer daerah. Karena, sebenarnya tujuan OYK ini lebih kepada shock terapi, sebagai efek jera," ungkap pria berkacamata ini.

Purba berharap masyarakat memahami tujuan operasi ini. Menurutnya, OYK ini bukalah operasi kejahatan, maka itu dilakukan pemberitahuan sebelumnya.

"Bagi kita, ini bukan untuk dibuat ketakutan di masyarakat, ini bukan kejahatan. Kita hanya ingin terbuka, karena kalau kita diam saja tidak bagus," tandasnya.

(lia/feb)


Berita Terkait