"Mengenai dr Aisha Wardhana akan diupayakan informasi dengan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dan jejaring yang dimiliki KBRI Nairobi dan KBRI Adis Ababa. Info akan disampaikan pada kesempatan pertama," kata Direktur Perlindungan WNI Tatang Razak saat dihubungi detikcom, Senin (5/9/2011).
Namun pihak Kemlu mengkonfirmasi kabar dari KBRI Nairobi, saat ini ada 4 orang dari grup Aksi Cepat Tanggap (ACT) atas nama Imam Akbari, Andika Purba, dr Aji Suranto, dr Mahdatul Nilam telah berada di Wisma KBRI Nairobi setelah kembali dari Somalia selama 3 hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait keberangkatan tim ACT ke Somalia itu, ke-4 orang itu menghadap Kemlu menjelang hari Raya Idul Fitri untuk menyampaikan niatnya ke Somalia. Saat itu Kemlu telah menyarankan untuk tidak ke Somalia karena situasi yang berbahaya.
"Tapi mereka tetap ke Nairobi dan kemudian menghubungi KBRI Nairobi untuk masuk ke Somalia," tutur Tatang.
Aisha dikabarkan hilang di Somalia pada 31 Agustus lalu. Pihak ACT mengaku mendapat kabar hilangnya Aisha dari local guide Charles Etoundi, yang tidak ikut diculik dan malah dititipi BlackBerry. Kabar hilangnya Aisha masih simpang siur, namun kemudian kabar terakhir mengatakan perempuan itu sudah ditemukan. Namun lagi-lagi informasinya masih simpang siur juga.
(ndr/vit)










































