Hilangnya Aisha di Somalia ramai diperbincangkan di twitter sejak Minggu (4/9) malam. Namun informasi di wilayah mana dan bagaimana hilangnya Aisha masih simpang siur. Kabar di twitter hanya menyebut Aisha diculik di Somalia. Saking simpang siurnya informasi ini, banyak pihak yang meragukan informasi ini.
Benarkah ada sosok asli Aisha Wardhana? Apakah Aisha Wardhana hanya sosok fiktif di dunia maya? Soal ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjamin bahwa sosok Aisha Wardhana memang ada. Dia merupakan relawan dari ACT dan bekerja juga di sebuah rumah sakit di Bekasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejatinya, informasi dari ACT, Aisha memang direncanakan berangkat dengan ACT ke Somalia. Namun, dengan alasan hendak menikah, Aisha membatalkannya. ACT akhirnya memberangkatkan dua dokter lain ke Somalia. Hingga diperoleh kabar dia pergi dengan bantuan jaringan internasional yang dimilikinya.
ACT terus memantau info tentang penculikan Aisha di Somalia. Kabar terbaru, ACT mendapat informasi melalui pesan BlackBerry Messenger (BBM) dari Charles Etoundi, seorang local guide. Etoundi mengabarkan Aisha diculik oleh pria bersenjata.
Namun, informasi dari Etoundi sangat minim, tidak jelas kapan dan bagaimana Aisha diculik. Etoundi hanya menyebutkan Aisha diculik di sebuah tempat di antara Nairobi, Kenya dan Mogadishu, Somalia. Etoundi mengaku sebelum dibawa lari oleh para penculik, Aisha menitipkan Blackberry-nya kepada dirinya. Hmmm…Tidak ada informasi lebih jauh tentang Etoundi dan mengapa dia tidak ikut diculik.
Pihak ACT mengaku melakukan komunikasi dengan Etoundi sejak 31 Agustus. Jika dirunut dengan timeline Aisha di Twitter, sepertinya memang pas. Sebab, Aisha terakhir mengupdate status di Twitter pada 30 Agustus 2011.
Tapi, benarkah Aisha diculik di Somalia? Di tengah simpang siur kasus Aisha, kini muncul informasi terbaru yang makin mencengangkan. "Dari Etoundi katanya Aisha sudah ditemukan dengan kondisi luka-luka," kata Direktur Eksekutif Komite Indonesia untuk Solidaritas Somalia (KISS), Syuhelmaidi Syukur.
Tapi, yang membuat informasi ini makin diragukan adalah Etoundi mengatakan bahwa Aisha ditemukan di Johannesburg, Afrika Selatan. Ada juga yang mengatakan Aisha ditemukan di Rwanda. Di tengah simpang siur ini, ACT tetap akan terus mengecek keberadaan Aisha. "Kami harapkan semoga dokter Aisha segera pulang ke Indonesia," jelas Syuhelmaidi.
Hingga kini, pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi info simpang siur keberadaan Aisha.
(ndr/asy)











































