Gus Dur Ingatkan PKB Sebagai Alat Politik NU
Sabtu, 03 Jul 2004 02:57 WIB
Jakarta - KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengingatkan, Partai Kebangkitan Bangsa merupakan alat politik kaum Nahdatul Ulama (NU). Jadi PKB harus membatasi diri pada soal-soal politik agar tak bertabrakan dengan PBNU.Demikian disampaikan mantan Presiden RI keempat, Gus Dur, dalam sambutan acara pagelaran Wayang Kulit menyambut HUT PKB ke-VI di Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (2/7/2004) malam."PKB harus mengenak jati dirinya, yaitu sebagai alat politik NU. Jadi harus membatasi diri dengan masalah politik, biarkan soal agama dan kebangsaan itu NU, biar tidak bertabrakan dengan NU," jelas Gus Dur.NU menurut Gus Dur, selama ini lebih memfokuskan diri pada masalah keagamaan dan kebangsaan. Indonesia menurutnya, berkembang tak lepas dari perkembangan NU sendiri. PKB sendiri menurutnya, tugasnya cukup berat dalam masalah politik, yaitu menegakan demokratisasi."Proses demokratisasi ini memang berjalan lambat, karena 'barang' itu berat," katanya. Gus Dur menambahkan, agar PKB dalam berpolitik harus tetap mengedepankan etika dan tidak berlomba-lomba untuk mengumpulkan suara saja.
(dsb/)











































