ARF Hasilkan Banyak Kesepakatan
Sabtu, 03 Jul 2004 01:30 WIB
Jakarta - Berbagai dokumen telah ditandatangani dalam acara Signing Ceremony yang merupakan bagian dari rangkaian acara ASEAN Ministerial Meeting (AMM)ke-37, Post Ministerial Conferences (PMCs), dan ASEAN Regional Forum (ARF)ke-11.Dokumen-dokumen yang itu adalah antara ASEAN dan Jepang, ASEAN dan Pakistan, yang menandakan Jepang dan Pakistan bergabung untuk Treatyof Amity and Cooperation (TAC). Dokumen lainnya yaitu Deklarasi mengenai Counterterrorism antara ASEAN dan Russia, serta MoU tentang Counterterorrism antara India dan Indonesia.Bergiliran Menlu Jepang Yoriko Kawaguchi menandatangani beserta Menlu-menlu 10 negara ASEAN, kemudian Menlu Pakistan Khursid M. Kasuri yang juga menandatangani beserta 10 negara ASEAN."Kami sangat senang, kami telah masuk dalam TAC, ini adalah suatu elemen yang akan menguatkan hubungan kita dengan negara-negara ASEAN. Jadi kami sangat senang sekali," kata Kawaguchi kepada wartawan seusai penandatanganan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (2/7/2004).Sementara itu, Kasuri menyatakan dengan masuknya Pakistan dalam TAC akan membawa negaranya lebih dekat terhadap negara-negara ASEAN. "Kita selalu menjaga hubungan dekat dengan negara ASEAN," kata Kasuri kepada wartawan. "Kita mau mengambil peran penting dalam menciptakan keamanan danstabilitas," tambahnya.Menanggapi pentingnya isu terorisme sebagai masalah internasional, Kasuriberpendapat bahwa sudah seharusnya menyiapkan tenaga intelijen dan salingberbagi. Pakistan juga siap bekerjasama dalam melawan terorisme dengannegara lain. "Mengingat Pakistan memiliki tenaga intelijen yang sangatterorganisir," kata Kasuri.Selain Pakistan dan Jepang, dua negara tetangga ASEAN yang sudah menyetujui TAC adalah China dan India, yang telah masuk TAC saat penyelenggaraan ASEAN+China Summit dan ASEAN+India Summit pada Oktober 2003.Sementara itu, penandatanganan Deklarasi Counterterrorism antara ASEAN dan Russia dilakukan oleh Menlu-menlu 10 negara anggota ASEAN dan Menlu RussiaSergei V. Lavrov. Sedangkan MoU mengenai Counterterrorism antara Indiadan Indonesia ditandatangani oleh Menlu RI Hassan Wirajuda dan Menlu India K. Natwar Singh.
(dsb/)











































