"Yang jelas orang-orang bersenjata," tutur Etoundi seperti ditirukan pihak ACT dalam siaran pers, Senin (5/9/2011).
Aisha diduga hilang di antara Nairobi (Kenya) dan Mogadishu (Somalia) sejak 31 Agustus 2011. Informasi penculikan itu disampaikan Etoundi melalui BlackBerry Aisha, yang menurut pihak ACT diserahkan Aisha kepada guidenya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar yang ACT terima dari Aisha, ia melakukan perjalanan dari Jakarta ke Singapura, lalu ke Qatar pada 25 Agustus. Di Qatar, dokter ahli bedah plastik ini mengaku melayani pasiennya.
"Saya akan segera ke Nairobi lalu ke Mogadishu," BBM Aisha tanggal 29 Agustus. Setelah itu, tak ada kabar lagi dari Aisha. Saat ini, tim ACT di Somalia sedang berusaha mencari kabar kondisi dan keberadaan Aisha.
Indonesia ACTion Team for Somalia adalah tim kemanusiaan yang diberangkatkan oleh Komite Indonesia untuk Solidaritas Somalia (KISS). KISS digagas Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan dideklarasikan Jumat (19/8/2011) di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta sebagai respons Indonesia atas bencana kelaparan di Somalia. Tim ini beranggotakan empat orang, termasuk dua orang dokter dan relawan logistik.
(ndr/asy)










































