Forum ARF Bahas Keamanan Transportasi Antar Negara
Jumat, 02 Jul 2004 23:18 WIB
Jakarta - Keamanan transportasi merupakan salah satu hal penting yang dibicarakan dalam ASEAN Regional Forum (ARF) ke-11 yang diadakan di JCC, Jakarta, 1-2 Juli 2004. Kerjasama di bidang keamanan transportasi ini dalam rangka menanggulangi ancaman terorisme internasional.Hal tersebut disampaikan oleh Menlu RI Hassan Wirajuda dalam konferensi pers seusai penutupan ARF, Jumat (2/7/2004), di tempat yang sama.Dalam pertemuan ARF ini, para Menteri Luar Negeri dari negara-negara anggota ARF sepakat untuk mengeluarkan suatu pernyataan ARF, yang menyangkut berbagai isu yang berkaitan dengan keamanan transportasi.Keamanan dalam bidang transportasi menjadi isu penting dalam upaya bersamamemerangi terorisme. Hal ini dikarenakan transportasi baik barang dan orang memerlukan pengamanan dari ancaman terorisme.Untuk pengamanan transportasi manusia, alat transportasi menjadi penting. "Di forum-forum seperti ini, sudah dalam beberapa tahun terakhir dibahas misalnya bagaimana mengamankan pesawat udara pengangkut penumpang," kata Hassan. Untuk pesawat udara kemudian keluar gagasan diterapkannya pengawal pesawat (air marshal). Selain dalam pesawat, juga pengamanan di bandara sejak mulai check-in sampai masuk ke dalam pesawat.Demikian juga dengan transportasi barang, pengamanan itu penting sebab pengangkutan barang juga bisa disalahgunakan untuk kepentingan terorisme. "Misalnya kontainer digunakan untuk mengangkut barang atau persenjataan untuk kepentingan tindak teror," Hassan memberi contoh.Karena pentingnya pengamanan transportasi ini, kemudian dikembangkansistem seperti screening atau x-ray bagi kargo-kargo baik laut maupunudara.Masalahnya, peralatan canggih ini cukup mahal bagi negara berkembang. Tapi sebagai bagian dari proses dialog dan kerjasama, selama ini ada bantuan bagi negara berkembang."Misalnya baru dua hari lalu Jepang mengumumkan bantuan sejumlah $6,4 jutauntuk pengamanan transportasi pelabuhan udara. Ini salah satu contoh, selain itu ada bantuan-bantuan lain," kata Hassan.
(dsb/)











































